Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Mei 2018 | 11.05 WIB

Ikuti Filipina Perang Narkoba, Bangladesh Bunuh 100 Pengedar

Lebih dari 100 tersangka pengedar narkotika di Bangladesh tewas dan ribuan orang lainnya ditahan dalam aksi penumpasan narkotik ala Filipina yang dilaksanakan dua minggu terakhir - Image

Lebih dari 100 tersangka pengedar narkotika di Bangladesh tewas dan ribuan orang lainnya ditahan dalam aksi penumpasan narkotik ala Filipina yang dilaksanakan dua minggu terakhir

JawaPos.com - Kasus peredaran obat-obatan terlarang sedang marak di Bangladesh. Pemerintah Bangladesh mulai memberlakukan aksi keras untuk menumpas peredaran obat-obatan dengan cara yang ekstrem. Aksi tersebut sampai menewaskan 100 tersangka pengedar narkotika.


Lebih dari 100 tersangka pengedar narkotika di Bangladesh tewas dan ribuan orang lainnya ditahan dalam aksi penumpasan narkotika ala Filipina yang dilaksanakan dua minggu terakhir. Kebijakan ini mengundang kekhawatiran mengenai tindak pembunuhan ilegal. Mereka terlibat aksi baku tembak antara polisi dan geng pedagang narkoba.


Polisi mengatakan, 10 pengedar narkoba ditembaki pada Selasa dini hari. Terhitung sebanyak 102 tersangka pedagang narkoba tewas sejak Bangladesh melancarkan perang terhadap narkoba. Pemerintah berupaya menghancurkan sindikat perdagangan obat-obatan jenis yaba yang merupakan pil murah hasil penggabungan metamfetamin dan kafein.


Sekitar 12 ribu pengedar yang diduga mengedarkan pil yaba tersebut telah ditangkap dan diadili di pengadilan khusus sejak diberlakukannya perang narkoba pada 15 Mei lalu. Mereka dijatuhi hukuman kurungan penjara selama tujuh hari hingga enam bulan.


Menteri Dalam Negeri Asaduzzaman Khan mengatakan, "Kami bisa katakan perang ini akan berlanjut sampai kami berhasil membawa para sindikat di bawah kendali kami secara penuh," katanya.


Namun kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia menuduh ada orang-orang yang tidak bersalah turut menjadi korban tewas dalam aksi brutal perang narkoba tersebut. Tapi Khan membantahnya. Sebab menurutnya para korban tewas dalam operasi tersebut memiliki senjata. "Para korban tewas melepaskan tembakan begitu mereka melihat polisi. Mereka bukan orang baik," tambah Khan.


Terdapat 10 hingga 12 pelaku kriminal yang melayangkan tembakan kala itu, seperti dilansir Gulf News, Selasa (29/5). Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyatakan, keprihatinan serius atas jumlah korban tewas yang meningkat minggu ini, dan semakin dicurigai adanya pembunuhan ilegal.


Batalyon Aksi Cepat yang merupakan sebuah unit polisi elite mengatakan, sebanyak 24 orang yang tewas adalah pengedar narkotika namun hingga kini belum ada bukti.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore