
TERUS BERTAHAN: Qatar tak mau memenuhi 13 syarat yang diajukan negara tetangganya agar blacklist dicabut. Mereka tak takut akan adanya sanksi tambahan.
JawaPos.com - Hingga batas terakhir kemarin (2/7), tawaran damai dari Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), dan Mesir tidak disetujui Qatar. Negara yang tengah di-blacklist negara-negara tetangga itu menuding tawaran yang disodorkan tersebut tidak sungguh-sungguh untuk damai. Indikasinya, batas waktu yang diberikan hanya sebentar. Tepatnya sepuluh hari. Padahal, ada 13 syarat yang harus dipenuhi dan itu tidak mudah dilakukan.
Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman al Thani menyatakan bahwa daftar permintaan yang diserahkan pada 22 Juni itu sengaja dibuat sedemikian rupa agar ditolak Qatar.
’’Semua orang tahu bahwa tuntutan itu dimaksudkan untuk memangkas kedaulatan negara Qatar, membungkam kebebasan berbicara, serta menerapkan audit dan mekanisme masa percobaan untuk Qatar,’’ ujarnya kemarin. Dia menambahkan, tidak ada seorang pun yang berhak memberikan ultimatum kepada negara yang berdaulat.
Sebanyak 13 permintaan yang diajukan Saudi dan negara-negara sekutunya memang sulit dipenuhi oleh Qatar. Salah satunya adalah untuk menutup Al Jazeera Media Network. Padahal, sejak awal Qatar menegaskan tidak akan bernegosiasi tentang Al Jazeera. Media yang memiliki biro terbanyak kedua di dunia setelah BBC itu tidak boleh diganggu gugat.
Saudi dan negara-negara Teluk lainnya menuding Al Jazeera menyediakan platform untuk para ekstremis. Media yang berbasis di Doha itu juga dituding sebagai alat untuk mengintervensi urusan dalam negeri negara-negara tetangga.
Permintaan lainnya, misalnya menutup pangkalan militer Turki di Qatar, juga tidak bisa dilakukan dalam hitungan hari. Sebab, itu merupakan kerja sama jangka panjang dengan Teheran.
Saudi dan sekutu mengancam bakal menambah sanksi untuk Qatar jika menolak tawaran yang diajukan via Kuwait itu. Tetapi, hingga kini, belum diketahui hukuman tambahan apa yang bakal dijatuhkan ke Qatar.
Syekh Mohammed menegaskan bahwa pihaknya tidak takut dengan ancaman sanksi tambahan itu. Pun jika akhirnya Saudi dan sekutu memilih jalur militer untuk penyelesaian. Yang jelas Qatar masih terbuka jika negara-negara yang memblokadenya saat ini ingin berdialog. Namun, rupanya permintaan tersebut sulit dipenuhi.
Sejak awal Saudi dan para sekutu enggan bernegosiasi dengan Qatar. Sebanyak 13 permintaan yang mereka ajukan juga tidak bisa dinegosiasikan. Begitu tenggat waktu berakhir, tawaran damai hangus dan tidak berlaku lagi.
Salah seorang duta besar UEA untuk Rusia menyatakan bahwa sanksi baru akan meluncur begitu batas akhir sudah habis. Negara-negara Teluk yang kini bermusuhan dengan Qatar bisa meminta partner dagang mereka untuk memilih. Yaitu, bekerja sama dengan Doha atau mereka. Di pihak lain, Menteri Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash berpendapat lain.
’’Alternatifnya bukan meningkatkan sanksi, tetapi perpisahan,’’ ujarnya. Qatar mungkin akan dipaksa keluar dari Dewan Keja Sama Negara Teluk (GCC). Lembaga yang beranggota Arab Saudi, UEA, Kuwait, Qatar, Oman, dan Bahrain itu dibentuk pada 1981 setelah Revolusi Islam Iran dan pecahnya perang Iran-Iraq.
Blokade terhadap Qatar dimulai 5 Juni. Bahrain, Arab Saudi, Mesir, UEA, Yaman, dan pemerintah Libya wilayah timur memutus hubungan diplomatik dengan Qatar. Semua penduduk dan diplomat Qatar diusir. Maskapai penerbangan Qatar juga tidak boleh masuk ke enam negara tersebut.
Penyebabnya adalah komentar dari emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani yang dimuat Al Jazeera. Dia mengkritik kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran dan menyanjung negara syiah tersebut sebagai kekuatan Islam. Qatar mengaku situs kantor berita mereka telah diretas. Tetapi, Saudi dan negara-negara tetangga telanjur berang. Qatar dituding mendukung terorisme.
Kuwait selama ini menjadi mediator bagi Qatar dan negara-negara yang mengisolasinya. Turki dan Iraq juga mendukung Qatar. Semenjak diblokade, Qatar mengimpor bahan pangan dari Iran dan Turki. Menteri Luar Negeri Italia Angelino Alfano menyatakan siap membantu memulihkan kembali hubungan Qatar ddengan negara-negara yang lain. Dia juga meminta Saudi dan sekutu tidak mengambil tindakan lebih jauh yang bisa memperburuk situasi. (Reuters/AFP/Al Jazeera/sha/c4/any)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
