Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2017 | 13.00 WIB

Segera Latihan Militer dengan Tiongkok

PEMIMPIN: Presiden Filipina Rodrigo Duterte. - Image

PEMIMPIN: Presiden Filipina Rodrigo Duterte.


JawaPos.com – Setelah dikritik melempem dalam menghadapi Tiongkok, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan membuka kesempatan untuk menghelat latihan militer bersama Tiongkok.


Saat menjadi tuan rumah forum ASEAN, Duterte pernah mengatakan bahwa Tiongkok terlalu kuat. Filipina dan negara-negara lain tidak akan mampu melawan dominasi negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut. ”Tidak perlu membahas (sengketa LCS, Red) itu dalam forum diplomatik seperti ini,” ujar Duterte seperti disampaikan salah seorang diplomat Filipina.



Tiongkok memang bukan negara ASEAN. Namun, diplomat Tiongkok yang bertugas di Kota Manila sangat aktif mendekati Duterte dan memberikan pemahaman tentang sengketa LCS dari sudut pandang mereka. ”Ini hasil tekanan Tiongkok. Filipina telah terinfeksi virus Kamboja. Yakni, diam saja walaupun dicurangi Tiongkok,” kritik Renato de Castro, pengamat politik dari De La Salle University, Manila.



Ide latihan militer bersama Tiongkok tersebut dikatakan Duterte usai mengunjungi kapal Angkatan Laut Tiongkok yang sedang berlabuh di kota kelahirannya, Davao, Filipina. ”Ya, mungkin kita bisa berlatih bersama di Mindanao, mungkin juga di Laut Sulu,” lanjut Duterte.



Memang di Davao ada tiga kapal perang Tiongkok yang berlabuh. Dia menyebutkan kalau kapal perang itu menandakan mereka, Tiongkok dan Filipina, adalah teman. ”Karena itu saya menyambut mereka dengan baik di sini,” ulasnya.



Sebelumnya, Duterte dikritik habis karena dianggap kurang garang dalam menghadapi isu sengketa Laut China Selatan (LCS). Pemimpin 72 tahun tersebut sama sekali tidak mengkritik keserakahan Tiongkok di LCS dalam forum ASEAN.



”Kami menjadikan keresahan yang disampaikan beberapa pemimpin negara terkait perkembangan isu di wilayah tersebut (LCS) sebagai catatan tersendiri.” Demikian pernyataan resmi Duterte dalam laporan setebal 25 halaman tentang isu regional. Tidak ada kecaman dalam dokumen itu. Padahal, beberapa waktu lalu Filipina juga uring-uringan ketika Tiongkok menyulap pulau karang menjadi fasilitas militer.(AFP/newsweek/hep/c10/owi/tia)




Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore