
PEMIMPIN: Presiden Filipina Rodrigo Duterte.
JawaPos.com – Setelah dikritik melempem dalam menghadapi Tiongkok, Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan membuka kesempatan untuk menghelat latihan militer bersama Tiongkok.
Saat menjadi tuan rumah forum ASEAN, Duterte pernah mengatakan bahwa Tiongkok terlalu kuat. Filipina dan negara-negara lain tidak akan mampu melawan dominasi negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut. ”Tidak perlu membahas (sengketa LCS, Red) itu dalam forum diplomatik seperti ini,” ujar Duterte seperti disampaikan salah seorang diplomat Filipina.
Tiongkok memang bukan negara ASEAN. Namun, diplomat Tiongkok yang bertugas di Kota Manila sangat aktif mendekati Duterte dan memberikan pemahaman tentang sengketa LCS dari sudut pandang mereka. ”Ini hasil tekanan Tiongkok. Filipina telah terinfeksi virus Kamboja. Yakni, diam saja walaupun dicurangi Tiongkok,” kritik Renato de Castro, pengamat politik dari De La Salle University, Manila.
Ide latihan militer bersama Tiongkok tersebut dikatakan Duterte usai mengunjungi kapal Angkatan Laut Tiongkok yang sedang berlabuh di kota kelahirannya, Davao, Filipina. ”Ya, mungkin kita bisa berlatih bersama di Mindanao, mungkin juga di Laut Sulu,” lanjut Duterte.
Memang di Davao ada tiga kapal perang Tiongkok yang berlabuh. Dia menyebutkan kalau kapal perang itu menandakan mereka, Tiongkok dan Filipina, adalah teman. ”Karena itu saya menyambut mereka dengan baik di sini,” ulasnya.
Sebelumnya, Duterte dikritik habis karena dianggap kurang garang dalam menghadapi isu sengketa Laut China Selatan (LCS). Pemimpin 72 tahun tersebut sama sekali tidak mengkritik keserakahan Tiongkok di LCS dalam forum ASEAN.
”Kami menjadikan keresahan yang disampaikan beberapa pemimpin negara terkait perkembangan isu di wilayah tersebut (LCS) sebagai catatan tersendiri.” Demikian pernyataan resmi Duterte dalam laporan setebal 25 halaman tentang isu regional. Tidak ada kecaman dalam dokumen itu. Padahal, beberapa waktu lalu Filipina juga uring-uringan ketika Tiongkok menyulap pulau karang menjadi fasilitas militer.(AFP/newsweek/hep/c10/owi/tia)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
