
KESAYANGAN: Linda Trevan memeluk Cassidy.
JawaPos.com – Seorang ibu yang berduka menulis surat untuk pelaku bullying dan pemerkosa anaknya. Dalam surat menyedihkan itu, juga diungkap betapa anak perempuannya yang cantik dan masih berusia 15 tahun secara sadis mendapatkan bully dan direnggut kehormatannya oleh dua orang anak muda. Dua hal menyakitkan itu memicu putrinya untuk mengambil keputusan tragis. Bunuh diri.
Linda Trevan menulis dengan berani. Suratnya penuh dengan kenyataan pahit. Kenyataan yang hendak disembunyikan dan dilupakannya. Namun, itu tidak dilakukan Linda. Dia ingin pengalaman yang dialami putrinya Cassidy Trevan tidak lagi dialami anak-anak lain.
Dikisahkan Linda, Cassidy saat itu masih berusia 13 tahun ketika mendapatkan bully dari teman-teman perempuan di sekolahnya. Bully yang dialami Cassidy sangat sadis. Mulai mendapatkan tamparan, dikata-katai di media sosial, sampai pelaku bully melemparkan kulit pisang ke rumah mereka.
Dengan alasan itu, Cassidy menolak masuk sekolah salah satu SMA di Melbourne, Australia. Saat itu dia sudah semester dua di tahun ke tujuh. ”Cassidy akhirnya mau sekolah dua pekan kemudian,” kata Linda kepada media 9 News. Saat masuk, pelaku bully meminta maaf dan mengajak Cassidy untuk nonton festival musik.
Tetapi, tragedi kedua pun berawal. Alih-alih nonton musik, Cassidy dijebak oleh para pelaku bully untuk masuk sebuah rumah dan di sana dia diperkosa oleh dua anak lelaki. ”Ada dua anak lelaki dewasa yang tidak dikenal Cass. Dua teman perempuan Cass menanti saat Cass diperkosa oleh dua anak lelaki itu,” katanya. Hiks.. Tetapi, mereka tidak melakukan pelaporan ke polisi karena Cassidy terlalu takut untuk melapor.
Semua isi hati Linda pun dicurahkan dalam surat tersebut. Dia menulis. ”Saya harus melihat kesayangan saya menderita selama 22 bulan akibat setan-setan itu. Dia takut kalian akan menemukannya dan menyiksanya kembali. Seorang dari kalian masih mem-bully-nya lewat telepon dan media sosial. Bahkan, setelah apa yang sudah kalian lakukan kepadanya,” tulis Linda. Ditambahkan Linda, Cassidy menderita mimpi buruk, flash back kejadian itu, insomnia, kecemasan, serangan panik, PTSD, dan gangguan mental yang semakin memburuk.
Cassidy dan Linda memang bertemu dengan detektif dari Victoria Police's Sexual Offence and Child Abuse Investigation Team (SOCIT) sebanyak 20 kali selama dua tahun. Tetapi, karena Cassidy tidak pernah melayangkan tuntutan formal kepada kepolisian Dandenong, luar Melbourne, Victoria, Australia, maka kasusnya tidak pernah diusut.
”Saya putus asa melihat gadis berharga saya melayu di depan mata, secara mental dan fisik. Dia tidak mau lagi bangun dari tempat tidur. Ujungnya, dia tidak sanggup lagi menanggung rasa sakit dan siksaan yang kalian berikan kepadanya.” ”Apa yang kalian lakukan kepadanya adalah penyebab dia melakukan bunuh diri pada 12 Desember 2015.”
Ditambakan Linda dalam suratnya, ”Saya tahu siapa kalian, kalian tahu siapa kalian, polisi tahu siapa kalian. Saya harap, apa yang kalian lakukan menghantui kalian seumur hidup. Dan, suatu hari nanti, kalau kalian beruntung punya anak sendiri.. ingat apa yang sudah kalian lakukan kepada anak kesayangan saya. Bayangkan bagaimana rasanya jika seseorang melakukan itu kepada anak kalian.”(DAILY MAIL/tia)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022