Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Januari 2017 | 12.30 WIB

Dari Finlandia, Kado Kotak Khusus Bayi Baru Lahir Kini Marak di Dunia

ISI 40 ITEM: Nicola Sturgeon menyerahkan kotak bayi kepada ibu-ibu yang akan melahirkan di Skotlandia. - Image

ISI 40 ITEM: Nicola Sturgeon menyerahkan kotak bayi kepada ibu-ibu yang akan melahirkan di Skotlandia.



Kotak bayi alias baby box yang diperkenalkan di Finlandia pada 1938 kini mendunia. Tahun lalu Inggris dan Amerika Serikat (AS) menerapkan kampanye yang tujuan utamanya menekan angka kematian bayi dan balita itu. Awal tahun ini, giliran Skotlandia yang memperkenalkan program tersebut.



--------------------------------



MATA Joan McKinven berbinar menatap bingkisan yang baru saja diterimanya. Pada hari pertama tahun baru, perempuan yang bakal menjadi ibu itu menerima baby box dari First Minister (setingkat perdana menteri) Skotlandia Nicola Sturgeon. Clackmannanshire alias Wee County yang menjadi tempat tinggalnya terpilih sebagai lokasi pilot project untuk baby box.



’’Saya sangat terkesan dengan baby box ini. Terutama karena isinya yang begitu banyak dan lengkap,’’ kata McKinven pada Minggu (1/1). Sebagai calon ibu, dia sangat mendukung program yang tahap uji cobanya akan berlangsung tiga bulan tersebut. Sebab, banyak benda dan peralatan yang berguna bagi orang tua baru di dalam kotak tersebut.



Sturgeon menyebut Scotland’s baby box sebagai bekal awal kehidupan. ’’Ini menunjukkan keseriusan kami terhadap generasi penerus. Setiap bayi, seperti apa pun keadaannya, layak mendapatkan bekal awal kehidupan yang paling baik,’’ tegas perempuan 46 tahun tersebut.



Di Skotlandia, kotak bayi yang terbuat dari cardboard itu berisi 40 benda. Mulai pakaian, selimut, peralatan mandi dan buku panduan bagi orang tua, gunting kuku, sampai alat kesehatan seperti termometer.



Namun, yang jauh lebih penting dari segala isi kotak bayi itu sebenarnya adalah baby box tersebut. Saat dikosongkan, kotak yang dilapisi kertas bermotif dan memberikan kesan hangat itu bisa dijadikan tempat tidur si bayi. Alas tidur berupa kasur kecil pun sudah disertakan dalam bingkisan tersebut. Lengkap dengan selimut.



Kualitas tidur menjadi alasan utama diluncurkannya program kotak bayi itu di Finlandia. Sebab, ibu yang baru melahirkan bayinya membutuhkan istirahat yang cukup. Tanpa istirahat cukup dan tidur yang berkualitas, kesehatan ibu bakal terganggu. Bukan hanya kesehatan badan, melainkan juga mental. Dengan menidurkan bayi di dalam kotak, ibu bisa beristirahat lebih maksimal. Dia juga tidak khawatir menindih bayinya.



Sebuah puisi karya penyair tenar Skotlandia, Jackie Kay, juga menjadi bagian dari kotak bayi tersebut. Puisi berjudul Welcome Wee One (Selamat Datang si Mungil) itu menyiratkan kebahagiaan pemerintah atas kehadiran penduduk baru. ’’Semua di dalam kotak bayi ini, termasuk kotaknya, berguna. Semuanya bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan si bayi,’’ ujar Gillian Morton, kepala kebidanan NHS Forth Valley.



Demi program tersebut, pemerintah Skotlandia harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Harga satu kotak bayi dan isinya itu berkisar 100 pound sterling atau setara dengan Rp 1,6 juta. Dengan demikian, pemerintah harus menganggarkan dana 6 juta pound sterling (sekitar Rp 98,5 miliar) setiap tahun. Bukan pengeluaran yang murah. Tetapi, Sturgeon berjanji memprioritaskannya.



Layaknya program-program pemerintah yang lain, Scotland’s baby box itu menuai kontra dari sejumlah politikus. Monica Lennon dari Partai Buruh Skotlandia menganggap pemberian kotak bayi tersebut sebagai bentuk kegagalan pemerintah mengampanyekan ASI. Menurut dia, mengajak ibu memberikan ASI kepada bayi jauh lebih penting daripada kotak bayi dan isinya.



Namun, Menteri Urusan Anak dan Usia Dini Mark McDonald punya jawaban. ’’Saat ini kami memang belum berencana melengkapi kotak bayi itu dengan alat-alat yang mendukung pemberian ASI bagi bayi. Opsi itu masih sangat terbuka,’’ tuturnya. Untuk sementara, seluruh ibu yang menerima kotak bayi disarankan mengakses situs feedgood.scot yang berisi banyak informasi tentang ASI dan makanan bayi.



Sebagai penyandang dana dan pemeran utama program baby box, pemerintah berbagai negara memiliki wewenang luas untuk menyajikan kemasan yang paling baik. Tidak hanya menarik dan terdiri atas banyak barang, kotak bayi juga harus bisa memenuhi kebutuhan para orang tua di setiap wilayah. Negara-negara di Eropa, Asia, dan Amerika punya gaya yang tidak sama.



Di Afrika Selatan, baby box dikenal dengan istilah Thula Baba Box. Di sana kotaknya terbuat dari plastik. ’’Ibu-ibu di sini tidak memerlukan tempat tidur untuk bayi mereka. Yang lebih dibutuhkan justru ember untuk memandikan bayi. Maka, kotak-kotak itu sengaja kami buat dari plastik agar bisa jadi ember,’’ jelas Ernst Hertzog, salah seorang perancang dan donatur kotak bayi Afrika. (theguardian/bbc/hep/c14/any)




Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore