
Aung San Suu Kyi
Jawapos.com- Hasil resmi pemilu Myanmar belum dikeluarkan. Namun, kemenangan partai Nasional Liga Demokrasi (NLD) yang diusung Aung San Suu Kyi sudah dapat dipastikan melalui hasil perhitungan suara sementara. Hal ini pun disambut baik oleh semua pihak, termasuk Indonesia sebagai salah satu negara tetangga.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arrmanatha Nasir menyampaikan, Indonesia siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Myanmar. Menurutnya, selama ini hubungan Indonesia dengan Myanmar sudah terjalin baik.
''Hubungan dengan Myanmar selalu dekat. Jadi siapapun yang memimpin, hubungan ini akan tetap terjalin dengan baik,'' tuturnya saat dihubungi.
Pria yang akrab disapa Tata itu juga menyanjung proses demokrasi Myanmar yang berlangsung baik. Pasalnya, pada proses bersejarah tersebut, banyak warga Myanmar yang turut serta memberikan suaranya. Apalagi, pemilu berjalan lancar.
''Untuk hasilnya nanti, kita harapkan semua pihak dapat menerima dan menghargai,'' ungkapnya.
Lengsernya junta militer diharapkan dapat membawa angin segar bagi masyarakat. Bendera demokrasi pun dieluh-eluhkan bisa tercapai saat kepemimpinan sang mantan tahanan politik, Suu Kyi.
Tata percaya, proses demokrasi yang sudah berjalan baik dalam pemilu dapat memperkuat reformasi dan rekonsiliasi di negara yang beribukota di Naypyidaw itu.
Sementara itu, pengamat hubungan luar negeri Teuku Rezasyah menuturkan bila kemenangan Suu Kyi akan membawa angin segar bagi Indonesia. Pasalnya, Indonesia sudah memiliki kedekatan sendiri dengan Suu Kyi.
''Pejabat kita sudah pernah bertemu dengan Suu kyi tanpa perantara pemerintahan. Kita sudah berhasil memiliki kedekatan secara personal,'' tuturnya.
Meski demikian, Reza meminta pemerintah tidak ambil langkah tergesah-gesah. Sehingga memanfaatkan ini untuk menekan Myanmar mengambil keputusan atas beberapa hal krusial. Sebab, saat ini Myanmar tengah belajar merangkak menuju negara demokrasi pasca lepas dari junta militer.
''Kita tidak perlu mengikuti ASEAN yang memaksa reformasi total. Indonesia justru bisa jadi contoh yang baik untuk masalah demokrasi dan reformasi bagi Myanmar,'' ungkap akademisi Universitas Padjajaran itu.
Menurutnya, pemerintah dapat melakukan pendekatan secara perlahan. Dengan cara, melakukan lawatan ke Burma dengan membawa delegasi yang pas dengan kondisi di sana. Salah satu delegasi yang disarankan adalah Megawati Soekarno Putri. Bukan tanpa alasan. Pemilihan Mega, menurut Reza, sangat cocok dengan kondisi Suu Kyi saat ini. Keduanya memiliki kemiripan sejarah.
''Keduanya memiliki bapak yang pernah di pemerintahan. Lalu tersingkir. Setelahnya, mereka jadi pimpinan oposisi sampai akhirnya berhasil berkuasa. Ibu Mega sudah berhasil melewati itu. Jangan menggurui tapi jadi contoh. Indonesia adalah contoh terbaik,'' paparnya.
Bagi pemerintahan baru Myanmar sendiri, Reza berharap dalam proses merangkak ini juga sama. Suu kyi diminta berkonsentrasi membenahi permasalahan dasar dalam negerinya ketimbang hubungan luar negeri. Sehingga, stabilitas dan pemerataan di Myanmar dapat tercipta dengan baik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
