Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2020 | 00.24 WIB

Trump Minta Polisi Tak Terapkan Teknik Cekik Leher saat Penangkapan

US President Donald Trump speaks during the daily briefing on the novel coronavirus, COVID-19, in the Brady Briefing Room at the White House on March 26, 2020, in Washington, DC. (Photo by JIM WATSON / AFP) - Image

US President Donald Trump speaks during the daily briefing on the novel coronavirus, COVID-19, in the Brady Briefing Room at the White House on March 26, 2020, in Washington, DC. (Photo by JIM WATSON / AFP)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali merespons insiden yang membuat George Floyd tewas saat dilakukan penangkapan. Untuk mencegah hal-hal serupa terjadi, Trump meminta penggunaan teknik mencekik leher sebaiknya tidak dilakukan oleh polisi saat melakukan penangkapan atau penindakan.

Hanya saja, Trump menambahkan bahwa penggunaan teknik mencekik leher dapat dilakukan jika seorang polisi berada dalam situasi yang berbahaya.

"Saya tidak suka teknik mencekik leher. Tapi kadang-kadang, teknik mencekik leher perlu dilakukan jika Anda berada dalam situasi yang sulit seperti ketika sendirian dan sedang melawan seseorang," ujar Trump.

Beberapa anggota Republikan atau Partai Republik di Kongres mengindikasikan dukungan untuk larangan teknik mencekik leher yang diusulkan oleh Demokrat pascakematian Floyd. Seperti diketahui, Floyd tewas setelah lehernya ditekan menggunakan lutut oleh seorang polisi Minneapolis, Derek Chauvin, hampir sembilan menit. Kematian Floyd memicu gelombang protes di sejumlah kota di Amerika.

Sementara itu, Jaksa Agung AS William Barr, dalam sebuah wawancara di Fox News mengatakan bahwa dia mendukung pelarangan teknik mencekik leher. Namun, teknik tersebut dapat digunakan apabila polisi berada dalam situasi yang bisa mengancam nyawanya.

Senator Republik Tim Scott, yang menyusun undang-undang reformasi kepolisian, mengatakan kepada CNN pada Jumat (12/6) bahwa pihaknya dan Demokrat sepakat bahwa polisi harus mengurangi secara signifikan penggunaan teknik mencekik leher.

Sebelumnya, sebagian besar anggota Dewan Kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, mendukung rencana menutup departemen kepolisian di kota tersebut dan menciptakan cara baru yang dapat memastikan keamanan masyarakat. Rencana itu menunjukkan aksi massa yang memprotes kematian Floyd punya dampak pada sistem kepolisian di Minneapolis.

Dewan Kota Minneapolis belum membahas secara resmi rencana mengurangi anggaran kepolisian atau mengubah tatanan di dalamnya. Namun, Ketua Dewan Kota Minneapolis Lisa Bender mengatakan mayoritas anggota mendukung rencana tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=McwqmGxNku4

https://www.youtube.com/watch?v=S4miagQy9U8

https://www.youtube.com/watch?v=kzr-GRUgvl8

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore