alexametrics

Grace, Robot Tenaga Medis Perempuan untuk Membantu Pasien Covid-19

10 Juni 2021, 12:32:23 WIB

JawaPos.com – Namanya Grace. Rambutnya pendek sebahu dengan wajah khas orang Asia. Grace menguasai tiga bahasa, Mandarin, Inggris, dan Kanton yang biasa digunakan penduduk Hongkong. Dia juga bisa mengecek suhu tubuh manusia.

Meski tugas dan bajunya menyerupai perawat sungguhan, Grace bukan manusia. Dia adalah robot terbaru yang dibuat Hanson Robotics.

Perusahaan yang berbasis di Science Park, Hongkong, itu pernah meluncurkan robot humanoid serupa yang diberi nama Sophia. Grace dan Sophia memiliki kemampuan bercakap yang serupa. Bedanya, jika Sophia mahir melukis, Grace dilengkapi kamera termal di bagian dadanya untuk mengecek suhu tubuh dan mengukur respons lawan bicaranya. Ia juga dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk mendiagnosis pasien. Grace difokuskan untuk dipasarkan di sektor kesehatan.

Di tengah pandemi ini, Grace bakal berguna. Ia bisa berinteraksi dengan pasien yang sedang diisolasi. Baik itu untuk berbicara maupun mengetes kondisi tubuh pasien. Nilai plusnya, ia tidak perlu khawatir tertular Covid-19. Ia juga bisa berinteraksi dengan lansia di panti jompo, misalnya. Dengan begitu, mereka tidak kesepian. Grace dapat menyimulasikan kemampuan lebih dari 48 otot wajah utama.

Grace bisa mengunjungi pasien dan membuat hari mereka menjadi cerah dengan stimulasi sosial yang diberikan. Ia juga bisa memberikan terapi bicara. Ia menyerupai petugas kesehatan profesional.

”Kemampuannya ditujukan untuk meringankan beban staf garda depan rumah sakit yang kewalahan selama pandemi,” ujar David Hanson, pendiri Hanson Robotics, seperti dikutip NDTV.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c14/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads