alexametrics

Tingkat Polusi Udara di Tiongkok Menurun Saat Virus Korona Mewabah

6 Maret 2020, 04:55:15 WIB

JawaPos.com – Virus Korona jenis baru atau Covid-19 masih mewabah meskipun upaya terbaik untuk pencegahan sudah dilakukan. Akibatnya, banyak tempat dikunci dan orang-orang dipaksa berdiam diri di rumah untuk mengurangi risiko terpapar virus tersebut di Tiongkok.

Banyak foto-foto dari Tiongkok beredar dan menggambarkan sebagai Kota Wuhan, yang merupakan pusat penyebaran virus menjadi seperti kota hantu karena banyak bisnis tutup dan penduduk dirumahkan.

Virus Korona merupakan hal buruk bagi manusia. Jumlah korban meninggal akibat virus ini bertambah secara global. Terbanyak tentu di Tiongkok. Hanya saja, efek atau konsekuensi dari karantina sejumlah kota di Tiongkok, mengubah kualitas udara di sana.

Menurut satelit NASA, sebagaimana dikutip JawaPos.com dari Ubergizmo, Kamis (5/3), tampaknya polusi udara di Tiongkok telah menurun secara drastis selama wabah virus korona merebak. Seperti yang dapat dilihat pada gambar, peta di sebelah kiri menunjukkan tingkat polusi udara sebelum virus, dan peta di sebelah kanan menunjukkan tingkat polusi udara setelah wabah virus Korona terjadi.

Menurut Fei Liu, seorang peneliti kualitas udara di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, ini adalah pertama kalinya dia melihat penurunan dramatis di area seluas itu untuk acara tertentu. Meski demikian, pihaknya menyebut kalau penurunan polusi udara ini hanya bersifat sementara. Setelah obat atau vaksin ditemukan, kota atau wilayah di Tiongkok akan kembali ke aktivitas seperti biasa.

Menurut ilmuwan kualitas udara NASA Barry Lefer, penurunan polusi udara biasanya terjadi selama Tahun Baru Imlek saat bisnis tutup lantaran diliburkan sehingga aktivitas masyarakat berkurang.

Saksikan video terkait virus Korona berikut ini:

Video lainnya terkait virus Korona:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads