
Photo
JawaPos.com - Semua wisatawan yang memasuki Singapura kini harus mematuhi aturan baru selama pandemi Covid-19. Selain harus mematuhi layanan pemberitahuan tinggal di rumah atau Stay Home Notice (SHN) di luar fasilitas, pelancong juga wajib menggunakan perangkat pemantauan elektronik.
Dilansir dari AsiaOne, Selasa (4/8), mulai 10 Agustus nanti tepat 11.59 malam, para pelancong harus mengenakan perangkat itu selama periode tinggal di rumah selama 14 hari. Mereka termasuk warga negara, penduduk tetap, pemegang izin jangka panjang, pemegang izin kerja dan tanggungan mereka. Tapi anak-anak berusia 12 tahun ke bawah dibebaskan.
Aturan stay home diperpanjang untuk semua pelancong yang masuk ke Singapura sejak 21 Maret. Wisatawan juga diuji untuk Covid-19 di fasilitas pengujian komunitas yang ditunjuk sebelum akhir periode stay home.
Dalam pernyataan Senin (3/8), Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan (ICA) dan Kementerian Tenaga Kerja dan Pendidikan (MOM) Singapura mengatakan perangkat itu akan memungkinkan mereka untuk memantau pelancong selama SHN. Sebab cara itu lebih efektif setelah pembatasan perjalanan dicabut.
Perangkat tersebut adalah perubahan dari kombinasi pesan teks, panggilan suara dan video dan kunjungan rumah. Pihak berwenang mengatakan para pelancong akan dilengkapi dengan perangkat di pos-pos pemeriksaan setelah menyelesaikan imigrasi. Mereka harus mengaktifkannya begitu sampai di tempat tinggal mereka. Jika tidak diaktifkan, pihak berwenang akan menindaklanjuti untuk menentukan lokasi mereka.
Sinyal GPS dan 4G atau Bluetooth digunakan untuk menentukan apakah seseorang berada dalam jangkauan tempat tinggalnya. Mereka yang memakai perangkat itu dapat menerima pemberitahuan selama periode tinggal di rumah dan harus disiplin. Jangan coba-coba juga merusak alat tersebut.
"Setiap upaya untuk meninggalkan tempat tinggal atau merusak perangkat elektronik akan memicu peringatan kepada pihak berwenang," kata pernyataan bersama itu.
Setelah SHN selesai dijalani, perangkat harus dinonaktifkan dan dibuang, atau dikembalikan sesuai dengan instruksi. Mereka yang mengutak-atik atau menghapus perangkat selama periode SHN dapat didenda hingga 10 ribu Dolar Singapura atau dipenjara hingga enam bulan, atau menghadapi kedua hukuman. Untuk orang asing, ICA dan MOM juga dapat mencabut atau mempersingkat validitas dan izin kerja.
Pihak berwenang mengatakan perangkat tersebut tidak bisa menyimpan data pribadi apa pun dan tidak dapat merekam video atau audio. Data yang dikirimkan ke pihak berwenang juga dilindungi oleh enkripsi berbasis sertifikat.
"Pihak berwenang akan mematuhi dengan ketat oleh peraturan perlindungan dan melindungi data pribadi yang dikumpulkan oleh perangkat ini," pungkas otoritas berwenang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
