
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai shalat id di Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Pemerintah resmi memperketat aturan pengelolaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sektor Sumber Daya Alam (SDA). Hal itu sebagaimana tertuang dalam PP 21 Tahun 2026 tentang Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Dalam aturan anyar tersebut, eksportir SDA diwajibkan menempatkan DHE melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dengan retensi hingga 100 persen untuk sektor nonmigas selama minimal 12 bulan.
"Pemasukan dan penempatan DHE SDA wajib dilakukan melalui bank-bank Himbara,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).
Meski begitu, Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi perusahaan yang memiliki skema kerja sama bilateral perdagangan atau kesepahaman dengan Indonesia.
Untuk kategori tersebut, penemparan DHE SDA atau retensi minimal 30 persen untuk sektor migas dan 100 persen untuk sektor nonmigas pada rekening khusus di SKI.
Untuk sektor migas, retensi wajib ditempatkan minimal selama tiga bulan. Sedangkan untuk sektor nonmigas, penempatan dana diwajibkan selama minimal 12 bulan.
"Bagi peserta yang sudah menandatangani perjanjian bilateral dapat menempatkan 30 persen untuk 3 bulan di bank non himbara," jelas Airlangga.
Tak hanya itu, pemerintah juga menurunkan batas konversi DHE valuta asing ke rupiah dari sebelumnya 100 persen menjadi maksimal 50 persen.
Sebagai insentif, pemerintah menawarkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) hingga nol persen atas penghasilan dari instrumen penempatan DHE SDA sesuai jangka waktu penempatan. Insentif ini lebih rendah dibanding instrumen reguler yang dikenakan tarif pajak hingga 20 persen.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
