Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2018 | 18.15 WIB

Parah, Israel Usir Migran Afrika

Israel - Image

Israel

JawaPos.com - Pemerintah Israel mengeluarkan sebuah pemberitahuan bagi ribuan migran Afrika untuk pergi dari Israel atau menghadapi hukuman penjara. Para migran akan diberikan sampai USD 3.500 untuk meninggalkan Israel dalam 90 hari ke depan.


Mereka akan diberi pilihan untuk pergi ke negara asal mereka atau negara lain. Jika mereka tidak pergi, pihak berwenang Israel mengancam akan memenjarakan mereka pada bulan April.


Pemerintah Israel mengklaim perginya mereka dalam bentuk yang manusiawi dan sukarela. Perintah tersebut merupakan bentuk pembebasan dari anak-anak, orang tua, korban perbudakan, dan perdagangan manusia.


Seorang Juru Bicara Otoritas Kependudukan dan Imigrasi Israel mengatakan, saat ini ada 38.000 penyusup di Israel. Di antaranya hanya 1.420 yang ditahan.


Israel menggunakan istilah penyusup untuk menggambarkan orang-orang yang tidak memasuki negara tersebut melalui perbatasan resmi.


Banyak migran berasal dari Eritrea dan Sudan mengatakan, mereka datang ke Israel untuk mencari suaka setelah melarikan diri dari penganiayaan dan konflik. Namun pihak berwenang menganggap mereka sebagai migran mencari ekonomi yang lebih baik.


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, masuknya migran Afrika yang tidak terkendali dapat mengancam karakter Yahudi bangsa Israel.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore