Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 05.27 WIB

Dubes Iran Tuding Serangan Kapal Induk Amerika Serikat jadi Alasan Penutupan Selat Hormuz

Ilustrasi kapal induk. Indonesia akan memiliki kapal induk pertama, hibah dari pemerintah Italia. (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Keputusan Iran menutup Selat Hormuz berdampak pada distribusi minyak global. Bagaimana tidak, selat tersebut menjadi jalur distribusi vital untuk 20 persen pasokan minyak dunia. Menurut Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, penutupan Selat Hormuz disebabkan oleh serangan kapal induk Amerika Serikat (AS).

Boroujerdi menyampaikan keterangan itu dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3). Dia menjelaskan bahwa sejak lama, otoritas Iran menjadi penjamin keamanan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Serangan Israel bersama AS ke Iran beberapa hari belakangan menjadi alasan Iran menutup selat tersebut. Apalagi setelah kapal induk Amerika turut serta dalam serangan itu.

”Iran merupakan pihak yang sejak ratusan tahun lalu menjadi pihak yang menyebarluaskan keamanan di kawasan Selat Hormuz, menjadi pengawas utama di Selat Hormuz dan tidak ingin ada ketidakamanan terjadi di sana. Ini merupakan upaya dari rezim zionis dan Amerika Serikat,” kata dia.

Menurut Dubes Boroujerdi saat perang sebelumnya yang berlangsung selama 12 hari, Israel berupaya agar Selat Hormuz tidak aman dengan menyeret perang ke arah selat tersebut. Kapal-kapal induk Amerika turut memantik tindakan tegas Pemerintah Iran dengan menutup selat tersebut. Dia menyebut, kapal-kapal itu telah menyerang Iran.

”Kali ini kapal-kapal induk Amerika yang datang ke wilayah Selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran, dan wilayah Republik Islam Iran. Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi Selat Hormuz dan wilayah di sana, tentu keamanan dan kenyamanan harus berlaku untuk setiap negara. Jika mereka ingin aman, kami pun sama,” tegas Boroujerdi.

Serangan Amerika dan Israel ke Iran telah menyebabkan sejumlah pimpinan serta tokoh Iran wafat, termasuk diantaranya Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin agung Iran. Tidak hanya itu, serangan tersebut telah menewaskan 555 warga sipil. Di antara ratusan korban tersebut, lebih kurang 200 diantaranya adalah anak-anak sekolah dasar.

Data tersebut diungkap oleh Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/3). Menurut dia, ratusan korban itu menjadi korban serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS di tengah-tengah perundingan. Karena itu, Pemerintah Iran sangat kecewa atas tindakan Israel dan AS.
”Hingga saat ini saya berbicara dengan anda, 555 warga negara saya yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, termasuk lebih dari 200 anak kecil di sekolah dasar, serta banyak warga sipil yang sedang berpuasa di bulan suci Ramadhan, telah gugur sebagai syahid,” kata Boroujerdi.

Menurut dia, korban sipil sebanyak itu karena Israel dan AS menarget sejumlah objek non militer. Selain sekolah, setidaknya ada lima rumah sakit yang disebut oleh Boroujerdi turut ditarget. Serangan tersebut bukan hanya menyimpang dari komitmen bersama untuk berunding, melainkan juga bentuk tidak hormat Israel dan AS terhadap bulan suci Ramadhan.

”Mereka tidak hanya tidak menghormati bulan suci Ramadhan, tetapi mereka juga tidak menghormati keadaan masyarakat yang sedang berpuasa. Mereka tidak menghormati anak-anak yang masih SD,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore