Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Juni 2023 | 20.05 WIB

Pendukung Konservatif di AS Terpecah soal Pilpres 2024, Berkah atau Bencana bagi Joe Biden?

Presiden Amerika Serikat Joe Biden. - Image

Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

JawaPos.com - Sejak beberapa dekade lampau, di Amerika Serikat, lazim dipahami bahwa mereka yang mengaku sebagai pendukung konservatif biasanya akan mendukung Partai Republik. Sedangkan kalangan liberal pada umumnya akan memilih Partai Demokrat.

Peraih Nobel Ekonomi asal AS Paul Krugman, dalam bukunya The Conscience of Liberal (2007) menyatakan bahwa sejak 1980-an, pakar politik mulai mendokumentasikan naiknya polarisasi politik dalam spektrum kiri-kanan, sehingga semakin memungkinkan untuk menyebut Demokrat sebagai sinonim dari liberal, serta Republik sebagai konservatif.

Menurut kamus bahasa Inggris keluaran Oxford, ada dua makna untuk penganut konservatif, yaitu pertama seseorang yang tidak menyukai perubahan dan lebih berpegang kepada nilai-nilai tradisional. Sementara makna kedua adalah seseorang yang lebih berpihak kepada perusahaan swasta atau kepemilikan pribadi serta berpegang kepada gagasan yang tradisional dalam lingkup sosial. Makna yang terakhir juga dapat disebut mencakup pula mereka yang mengaku sebagai penganut libertarianisme yang memiliki arti berbeda dari liberal.

Seorang komentator politik konservatif Larry Elder, dalam bukunya The Ten Things You Can't Say in America (2001) menyatakan bahwa kaum libertarian percaya dengan moto bahwa pemerintah yang memerintah paling sedikit, adalah pemerintah yang paling baik.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kaum konservatif terdiri dari mereka yang teguh kepada nilai-nilai budaya tradisional, termasuk keluarga dan agama di suatu masyarakat, hingga mereka yang lebih berpihak kepada pentingnya kebijakan pemerintah tidak banyak mengatur berbagai hal, terutama dalam bidang perekonomian di mana peran swasta dinilai lebih baik dibandingkan dengan campur tangan berlebihan dari negara.

Sementara komentator politik liberal Joe Conason dalam bukunya Big Lies (2003) menyatakan bahwa kedua kelompok konservatif itu terangkum dalam pidato Presiden AS George W Bush (2001-2009) yang menyebutkan, "Saya adalah seorang konservatif fiskal, dan seorang konservatif keluarga". George W Bush merupakan salah satu presiden yang banyak dihormati oleh kalangan konservatif di AS.

Untuk itu, seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari Partai Republik AS, maka sudah menjadi kelaziman untuk dapat diterima baik oleh kelompok konservatif tradisionalis, maupun bagi konservatif di bidang ekonomi.

Pada 2023 ini Partai Republik masih belum memiliki calon tunggal yang diharapkan bisa melawan petahana Presiden Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat. Biden kemungkinan besar akan dicalonkan kembali sebagai capres dari Demokrat untuk Pilpres 2024.

Republik Terbelah

Pendukung partai Republik saat ini disebut terbelah dukungannya, antara mantan Presiden AS Donald Trump dengan Gubernur Florida Ron DeSantis. Berdasarkan survei yang dirilis Reuters/Ipsos pada awal April 2023, mereka yang mendukung Partai Republik ternyata sebanyak 48 persen memilih Trump sebagai kandidat presiden dan hanya 19 persen yang memilih DeSantis.

Sebulan kemudian, survei CNN/SSRS yang diumumkan pada 24 Mei, menyebut bahwa 53 persen pendukung Republik memilih Trump, sedangkan 26 persen memilih DeSantis.

Angka yang serupa juga dikeluarkan oleh situs spesialis analisis survei FiveThirtyEight, yang menyebut bahwa pada akhir Mei ini, Trump mendapat dukungan 54,2 persen, sedangkan DeSantis mendapatkan dukungan 20,9 persen dari mereka yang condong akan memilih Partai Republik pada Pemilu 2024.

Pada Rabu (31/5), DeSantis dilaporkan telah mengunjungi negara bagian Iowa untuk meluncurkan kampanyenya. Iowa merupakan daerah yang penting karena sejak tahun 1970-an, negara bagian itu selalu menjadi yang pertama kali akan memilih calon presiden dalam masing-masing konvensi kedua partai besar di AS, baik Republik maupun Demokrat.

Dalam kampanyenya di Iowa, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Reuters, DeSantis menyatakan bahwa berbagai kebijakan yang dihasilkan Trump, seperti dalam soal imigrasi hingga anggaran negara, telah menjauh dari prinsip-prinsip konservatif dan telah bergerak ke kiri dalam sejumlah isu.

DeSantis juga mengingatkan bahwa Trump dan seluruh keluarganya pindah domisili ke Florida, saat dirinya menjadi kepala daerah di sana.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore