Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa di orbit rendah Bumi yang diperkuat dengan sistem pelindung terhadap puing antariksa.
JawaPos.com — Padatnya orbit rendah Bumi mendorong Tiongkok memperketat perlindungan Stasiun Luar Angkasa Tiangong dari ancaman puing antariksa. Lonjakan peluncuran satelit dan meningkatnya aktivitas misi negara maupun swasta di luar angkasa membuat risiko tabrakan tak lagi bersifat hipotetis, melainkan tantangan nyata bagi keselamatan penerbangan berawak.
Situasi tersebut menjadi sorotan setelah insiden sebulan lalu, ketika serpihan kecil puing antariksa merusak jendela kapsul berawak Shenzhou-20. Kerusakan itu membuat wahana tersebut dinilai tidak aman untuk membawa awak kembali ke Bumi, sehingga tiga astronot terpaksa bertahan di Tiangong selama sembilan hari lebih lama dari jadwal sambil menunggu solusi kepulangan alternatif.
Dilansir dari Futurism, Selasa (16/12/2025), respons terhadap insiden tersebut diwujudkan melalui aktivitas luar wahana yang dijalani dua taikonaut, Zhang Lu dan Wu Fei. Keduanya bekerja selama sekitar delapan jam di luar stasiun untuk memasang panel pelindung antipuing di bagian luar Tiangong, sekaligus melakukan inspeksi struktur dan sejumlah perawatan teknis.
Dalam pernyataan resmi China Manned Space Engineering Office (CMSEO) yang dikutip Reuters, disebutkan bahwa pekerjaan tersebut tidak hanya berfokus pada pemasangan pelindung baru. Para taikonaut juga memeriksa dan mendokumentasikan kerusakan pada jendela kapsul Shenzhou-20 yang masih terpasang di stasiun. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai apakah kapsul yang rusak tersebut memungkinkan diperbaiki melalui aktivitas luar wahana pada misi selanjutnya.
Langkah teknis itu melengkapi respons darurat sebelumnya, ketika otoritas antariksa Tiongkok meluncurkan misi tak berawak guna mengirimkan wahana pengganti ke Tiangong dalam waktu kurang dari dua pekan setelah kerusakan terdeteksi. Keputusan tersebut diambil setelah Shenzhou-20, yang semula dijadwalkan membawa awak kembali ke Bumi pada awal November, dinyatakan tidak layak terbang akibat retakan pada jendelanya.
CMSEO menegaskan bahwa retakan tersebut disebabkan oleh hantaman puing antariksa berkecepatan tinggi. “Kerusakan pada jendela wahana menunjukkan bahwa bahkan fragmen kecil dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan misi berawak,” demikian pernyataan lembaga tersebut, seperti dikutip Reuters.
Ancaman puing antariksa kini menjadi persoalan global. Fragmen kecil di orbit dapat melaju hingga sekitar 15 kilometer per detik, jauh melampaui kecepatan peluru di Bumi. Dengan lebih dari 25.000 objek besar yang terlacak serta ratusan juta fragmen kecil yang tidak dapat dipantau, setiap benturan berpotensi memicu kerusakan serius pada stasiun luar angkasa dan satelit.
Sejumlah analis menilai insiden di Tiangong mencerminkan semakin rapuhnya lingkungan orbit rendah Bumi akibat akumulasi puing antariksa. Lauren Kahn, analis riset dari Georgetown University, mengatakan kepada Scientific American, “Ini hanya soal waktu sebelum insiden seperti ini terjadi,” merujuk pada meningkatnya jumlah objek berbahaya di orbit yang dipicu oleh aktivitas manusia di luar angkasa.
Selama beberapa dekade, badan antariksa dunia mengandalkan perisai Whipple sebagai perlindungan standar terhadap puing. Namun, perisai tersebut dikenal berat dan berisiko menghasilkan puing sekunder saat terjadi benturan. Karena itu, pemasangan panel pelindung baru di Tiangong dipandang sebagai upaya mencari pendekatan yang lebih adaptif terhadap ancaman modern di orbit.
Bagi Tiongkok, penguatan Tiangong bukan sekadar respons teknis atas satu insiden, melainkan sinyal bahwa keselamatan astronot dan keberlanjutan operasi luar angkasa kini ditempatkan sebagai prioritas strategis. Di tengah orbit yang semakin padat, isu puing antariksa pun kian menuntut perhatian kolektif komunitas global.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022