Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 20.32 WIB

Tiongkok Bangun Pembangkit yang Simpan Listrik Surplus sebagai Panas untuk Stabilkan Jaringan

Proyek demonstrasi Ruitan di Shandong dirancang untuk mengurangi energi terbuang dan menstabilkan pasokan listrik jaringan / Foto: (SCMP) - Image

Proyek demonstrasi Ruitan di Shandong dirancang untuk mengurangi energi terbuang dan menstabilkan pasokan listrik jaringan / Foto: (SCMP)

JawaPos.com — Tiongkok mulai membangun Ruitan, proyek demonstrasi pembangkit energi yang memanfaatkan listrik berlebih dari pembangkit batu bara untuk mengisi penyimpanan panas berbasis garam cair. Proyek Ruitan di Pembangkit Listrik Bajiao, Yantai, Shandong, menjadi proyek pertama di dunia dalam skala utilitas yang menggabungkan kedua teknologi tersebut untuk mengurangi energi terbuang dan membantu menstabilkan pasokan listrik.

Pembangunan proyek demonstrasi itu dimulai pada 16 September dan ditargetkan beroperasi tahun depan. Ruitan memanfaatkan infrastruktur pembangkit batu bara yang sudah ada, tetapi menambahkan mekanisme penyimpanan panas sehingga energi yang berlebih ketika permintaan rendah dapat digunakan kembali saat konsumsi listrik meningkat.

Dilansir dari South China Morning Post, Rabu (23/9/2026), tahap pertama Ruitan akan memiliki unit pembangkit CO₂ superkritis berkapasitas 50 megawatt serta sistem penyimpanan garam cair 100 MW atau 400 megawatt-jam. Ketika kebutuhan listrik rendah, kelebihan listrik dari unit batu bara digunakan untuk memanaskan garam cair. Saat permintaan memuncak, panas itu digunakan untuk menghasilkan listrik.

Teknologi ini berbeda dari pembangkit termal konvensional yang membakar bahan bakar untuk memanaskan air hingga menjadi uap. Dalam sistem superkritis, CO₂ ditempatkan pada suhu dan tekanan tertentu sehingga memiliki sifat seperti gas sekaligus cairan. Fluida padat itu kemudian menggerakkan turbin dalam sistem tertutup dan dapat disirkulasikan kembali.

Menurut laporan Xinhua yang dikutip SCMP, sistem CO₂ superkritis berpotensi memiliki ukuran lebih kecil, tidak membutuhkan air, lebih efisien dan menghasilkan emisi karbon lebih rendah. Kemampuan pengaturan bebannya juga lebih cepat, dengan laju penyesuaian hingga empat kali unit pembangkit batu bara tradisional. Sumber panasnya tidak terbatas pada batu bara, tetapi dapat berasal dari energi surya, panas bumi hingga panas buangan industri.

Pengembangan ini mengikuti keberhasilan Chaotan One di Guizhou, yang mulai beroperasi secara komersial pada Desember 2025. Proyek tersebut memanfaatkan panas buangan dari industri baja dan menggunakan dua unit CO₂ superkritis berkapasitas masing-masing 15 MW. Huang Yanping, ilmuwan kepala China National Nuclear Corporation (CNNC) sekaligus perancang utama Chaotan One, menyebut teknologi itu sebagai “teknologi konversi termoelektrik yang inovatif.”

Huang menjelaskan bahwa prinsip pembangkit konvensional pada dasarnya mengandalkan proses seperti “merebus air”, yakni mengubah air menjadi uap untuk menggerakkan turbin. Dalam sistem CO₂ superkritis, tekanan dan suhu membuat CO₂ memiliki kepadatan tinggi seperti cairan tetapi tetap mudah mengalir seperti gas. Kondisi ini memungkinkan sistem bekerja dengan hambatan aliran yang lebih kecil.

Pada proyek Ruitan, teknologi ini dipadukan dengan penyimpanan energi berbasis garam cair. Garam cair menyimpan energi dalam bentuk panas di dalam tangki, bukan sebagai energi kimia seperti baterai. Saat dibutuhkan, panas tersebut dapat dikonversi kembali menjadi listrik melalui unit pembangkit. Penyimpanan termal seperti ini lebih sesuai untuk proyek berskala besar, sedangkan baterai lebih fleksibel untuk penggunaan bergerak.

Penggabungan kedua teknologi itu juga memperluas kemungkinan penggunaan CO₂ superkritis di luar pemanfaatan panas buangan. Huang mengatakan, “Teknologi pembangkitan listrik dengan CO₂ superkritis akan diintegrasikan dengan berbagai sumber panas untuk membentuk sistem pembangkitan listrik, sehingga memperluas penerapannya ke pembangkit listrik tenaga surya termal, pemulihan panas buangan, penyimpanan energi dan bidang lainnya.”

Arah tersebut sudah terlihat dalam pengembangan proyek lain. CNNC meluncurkan proyek demonstrasi yang menggabungkan penyimpanan energi garam cair dan pembangkitan CO₂ superkritis pada 2024, dengan target demonstrasi pada 2028. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore