Robot humanoid Walker S2 yang dikembangkan oleh UBTech Robotics untuk mendukung patroli di perbatasan serta layanan publik (Dok. SCMP)
JawaPos.com - Pemerintah Tiongkok melalui perusahaan robotika UBTech Robotics mengambil langkah strategis dengan menandatangani kontrak senilai 264 juta yuan (sekitar Rp 621 miliar, dengan kurs Rp 2.354 per yuan) untuk bekerja sama dengan pusat robot humanoid di Fangchenggang, Guangxi, kota pesisir yang berbatasan langsung dengan Vietnam.
Dilansir dari Interesting Engineering, Kamis (27/11/2025), model robot yang akan dikerahkan adalah Walker S2, robot humanoid industri generasi terbaru yang diluncurkan pada Juli 2025 dan diklaim sebagai robot humanoid pertama di dunia yang dapat mengganti baterainya sendiri secara otomatis.
Sementara itu, menurut laporan dari South China Morning Post (SCMP), fase awal proyek ini akan menempatkan robot‑robot Walker S2 di berbagai pos pemeriksaan perbatasan untuk menjalankan sejumlah fungsi, antara lain memandu pelintas, mengatur alur orang, mendampingi patroli, menangani tugas logistik, serta mendukung layanan publik dan komersial.
Selain itu, robot ini juga direncanakan untuk digunakan di lokasi industri seperti pabrik pengolahan baja, tembaga, dan aluminium untuk melakukan inspeksi.
Desain Walker S2 memang ditujukan untuk operasi intensif dan terus-menerus. Robot setinggi sekitar 1,76 meter ini dibekali tubuh dengan 52 derajat kebebasan dan tangan yang sangat luwes dengan masing-masing 11 derajat kebebasan, sehingga memungkinkan manuver halus dan presisi, termasuk pekerjaan berat karena tiap lengan mampu mengangkat beban hingga 15 kilogram.
Salah satu fitur kunci yang membuat Walker S2 unik adalah sistem baterai ganda dengan mekanisme "hot‑swappable", artinya robot dapat mengganti baterainya sendiri tanpa harus dimatikan. Menurut laporan UBTech Robotics yang dikutip SCMP, "Saat baterai habis, Walker S2 secara otomatis kembali ke stasiun pengisian, menukar baterai, dan melanjutkan tugasnya dalam waktu kurang lebih tiga menit."
Hal ini menegaskan bahwa kemampuan robot mengganti baterainya sendiri memungkinkan operasi nyaris 24 jam nonstop tanpa intervensi manusia.
Inisiatif ini mencerminkan ambisi besar Tiongkok dalam mengimplementasikan "embodied AI", yaitu kecerdasan buatan dalam bentuk fisik, ke ranah pemerintahan dan layanan publik, tidak sekadar di sektor industri. Menurut SCMP, pengerahan Walker S2 di perbatasan merupakan salah satu penerapan nyata robot humanoid dalam operasi pemerintahan terbesar di negara itu hingga saat ini.
Langkah ini juga selaras dengan meningkatnya permintaan terhadap robot industri di Tiongkok; pada 2025 saja, pesanan untuk seri Walker telah menembus lebih dari 800 juta yuan (sekitar 1,8 triliun), menunjukkan bahwa sektor robotika industri kini memasuki fase adopsi massal.
Sementara itu, analis industri robotika dari Tiongkok yang dikutip media pemerintah menyebut, "Sejauh ini, kami telah menempatkan lebih dari 100 robot humanoid industri di fasilitas pabrik nyata untuk pelatihan, dan berhasil mencapai 30 sampai 40 persen dari efisiensi tenaga manusia." Pernyataan ini menjadi indikator bahwa robot ini tidak sekadar eksperimen, melainkan mulai mendekati efektivitas tenaga manusia.
Dengan demikian, penempatan Walker S2 di perbatasan Tiongkok–Vietnam menandai perubahan besar dalam paradigma keamanan dan manajemen perbatasan, karena dari semula yang mengandalkan manusia sepenuhnya, kini sebagian tugas mulai dialihkan ke robot. Hal ini menjadi tanda bahwa peran tenaga kerja manusia dalam operasi pemerintahan dan logistik dapat berubah drastis.
Implementasi ini layak dicermati dunia, karena jika berhasil, proyek ini dapat membuka jalan bagi adopsi robot humanoid serupa di perbatasan atau fasilitas publik lain, yang mewakili lompatan besar menuju era robot sebagai pelaksana tugas publik dan negara.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
