
Pikachu ikut demo di Brasil tolak energi fosil. (AP Photo/Fernando Llano)
JawaPos.com - Aksi unik terjadi di konferensi iklim PBB COP30 di Belem, Brasil. Sejumlah aktivis mengenakan kostum Pikachu untuk menekan Jepang agar menghentikan pendanaan proyek energi fosil di Asia Tenggara.
Dilansir dari Asahi Shimbun pada Sabtu (15/11), para aktivis lingkungan dari berbagai negara Asia Tenggara menggelar demonstrasi di arena COP30 dengan cara unik dan tak biasa, yaitu dengan mengenakan kostum Pikachu.
Aksi bertema Stop Japan’s Dirty Energy Plans itu menuntut pemerintah Jepang menghentikan pendanaan terhadap proyek batubara dan gas yang tersebar di negara-negara Global South, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Organisasi Friends of the Earth Japan menyatakan bahwa Jepang selama ini mempromosikan diri sebagai pemimpin dekarbonisasi di Asia, padahal faktanya masih aktif membiayai proyek energi fosil.
Perwakilan organisasi Friends of the Earth, Hiroki Osada, menegaskan bahwa Jepang sebenarnya menunda proses penghapusan energi fosil di Asia melalui pendanaan LNG dan proyek terkait lainnya.
“Sangat penting bagi kawan-kawan kita di Global South untuk menyuarakan kekhawatiran mereka di Belem, agar mereka benar-benar dapat menuntut pemerintah Jepang melakukan sesuatu terkait hal ini,” kata Hiroki.
Data yang dirilis Center for Energy, Ecology and Development menunjukkan bahwa Japan Bank for International Cooperation (JBIC) telah mengucurkan pinjaman sebesar USD 6,4 miliar (sekitar R 107 triliun) untuk proyek batubara dan USD 874 juta (R 14,6 triliun) untuk proyek gas sejak 2016 hingga 2024.
Meski menjadi bank pemerintah yang menjadi jalur utama bantuan luar negeri Jepang, JBIC belum memberikan tanggapan terkait kritik yang disampaikan.
Aksi dengan kostum Pikachu ini sebagai bagian dari rangkaian demonstrasi antienergi fosil yang meningkat menjelang pertengahan COP30. Para peserta aksi membawa spanduk bertuliskan “Don’t gas ASEAN” dan “sayonara dirty energy plans” sambil meneriakkan slogan “Only Pokemon, no fossil fuels”.
Para demonstran juga merencanakan kunjungan ke paviliun negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia untuk menunjukkan bagaimana Jepang dianggap mengekspor agenda fosil ke Asia.
Menurut Amiera Sawas dari Fossil Fuel Non Proliferation Treaty Initiative, jika negara-negara maju seperti Jepang terus memperluas produksi dan ekspor energi fosil, negara-negara berkembang akan semakin sulit melakukan transisi energi yang adil.
Selain itu, dalam konferensi itu, Presiden Brasil Lula da Silva juga telah menyerukan agar dunia membuat peta jalan atau rancangan jelas untuk mengakhiri ketergantungan pada energi fosil.
Wakil direktur program Greenpeace International Jasper Inventor juga mendukung arah pembahasan COP30, tetapi dengan catatan.
“Meskipun ada perkembangan positif di Belem, kita harus memastikan bahwa semua ini benar-benar mengarah pada rencana yang jelas untuk menghentikan energi fosil dan mempercepat penggunaan energi terbarukan,” kata Jasper.
***

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
