
Menteri Pariwisata Arab Saudi Ahmed Al-Khateeb saat wawancara dengan Reuters di Riyadh (Dok. Reuters)
JawaPos.com - Arab Saudi menegaskan belum mengambil keputusan terkait rencana investasi di kawasan Ras Gamila, Mesir, yang terletak di pesisir Laut Merah. Menteri Pariwisata Arab Saudi, AhmJed Al-Khateeb, menyampaikan hal tersebut dalam forum Fortune Global Forum di Riyadh. Dia menekankan bahwa Kerajaan saat ini lebih memprioritaskan pengembangan sektor pariwisata di dalam negeri.
Dilansir dari Reuters, Kamis (30/10/2025), Al-Khateeb mengatakan bahwa fokus pemerintah Saudi saat ini diarahkan pada proyek Red Sea Global, sebuah pengembangan pariwisata berskala besar yang mencakup rencana pembukaan 17 hotel baru pada Mei 2026.
"Mereka telah memeriksa jumlah kamar hotel kami saat ini, dan kami memenuhi syarat. Namun kami terus menambah jumlah kamar dan meningkatkan pengalaman wisata, termasuk destinasi mewah," ujarnya.
Al-Khateeb menambahkan bahwa Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) telah mengonfirmasi ketersediaan akomodasi yang memadai untuk menyambut wisatawan pada Piala Dunia 2034, yang akan digelar di Arab Saudi. Dia menegaskan bahwa meskipun fasilitas yang ada sudah mencukupi, pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas pariwisata.
"Kami menambah kapasitas dan memperkaya pengalaman berlibur di dalam negeri," katanya.
Sementara itu, Mesir berupaya menarik investor asing untuk mengembangkan wilayah Ras Gamila yang berlokasi dekat resor Sharm el-Sheikh. Pemerintah Mesir menyiapkan sejumlah inisiatif investasi, termasuk penerbitan sukuk—instrumen keuangan berbasis syariah yang mirip obligasi—untuk mendanai pengembangan kawasan pesisir Laut Merah. Upaya ini dilakukan setelah Uni Emirat Arab lebih dahulu menggelontorkan investasi besar di pesisir Laut Mediterania Mesir.
Namun, keputusan Arab Saudi untuk menunda investasi di Ras Gamila mencerminkan pertimbangan strategis yang lebih luas. Riyadh tengah memperkuat sektor pariwisata domestik sebagai bagian dari Vision 2030, rencana transformasi ekonomi nasional yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada minyak dan gas, dan mendorong pertumbuhan sektor non-migas. Fokus tersebut membuat ekspansi investasi luar negeri menjadi prioritas sekunder untuk sementara waktu.
Sejumlah analis menilai langkah ini sebagai cerminan pendekatan realistis Arab Saudi dalam menjaga stabilitas investasi.
"Kerajaan menempatkan prioritas domestik di atas ekspansi eksternal, karena investasi lintas negara memerlukan evaluasi mendalam atas faktor politik, regulasi, dan keamanan kawasan," ujar seorang pengamat ekonomi Teluk, dikutip dari Arab News.
Bagi Mesir, sikap hati-hati Arab Saudi bukanlah sinyal negatif. Pemerintah Kairo tetap optimistis terhadap potensi kemitraan ekonomi dengan Riyadh. Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Mesir menilai "potensi kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara kedua negara tetap sangat besar." Wilayah Laut Merah sendiri memiliki nilai strategis bagi sektor pariwisata, energi terbarukan, hingga logistik maritim.
Secara lebih luas, dinamika ini menggambarkan realitas baru investasi kawasan Arab: negara-negara Teluk kini semakin selektif dalam mengarahkan modal luar negeri. Arab Saudi memilih memperkuat fondasi domestiknya lebih dahulu sebelum memperluas pengaruh ekonomi regional. Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang untuk meneguhkan posisi Kerajaan sebagai pusat pariwisata dan investasi global yang berkelanjutan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
