Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Oktober 2025 | 02.33 WIB

Kawal Stabilitas di Gaza, Inggris Ikut Turunkan Perwira Tentaranya

Warga Palestina yang terpaksa mengungsi berjalan di sepanjang jalan di Rafah, di Jalur Gaza selatan. (Eyad El Baba/UNICEF) - Image

Warga Palestina yang terpaksa mengungsi berjalan di sepanjang jalan di Rafah, di Jalur Gaza selatan. (Eyad El Baba/UNICEF)

JawaPos.com - Personel tentara yang terlibat dalam mengawal gencatan senjata di Gaza, Palestina semakin tebal. Terbaru sejumlah perwira militer Inggris ikut diterjunkan atas permintaan Amerika Serikat (AS). Harapannya bisa mengawal implementasi 20 butir perdamaian di Gaza.

Setibanya di Gaza, perwira militer Inggris itu bergabung dalam CMCC (Civil-Military Coordination Center). Lembaga CMCC yang isinya pasukan stabilisasi kolaborasi sipil dan militer, akan mengawal pembentukan pemerintahan sipil di Gaza.

Untuk mendukung pelaksanaan pasukan stabilisasi CMCC itu, AS sudah sepakat untuk menerjunkan 200 personel militernya. Kemudian ditambah perwira militer dari Inggris. Selain itu AS juga berkomunikasi dengan sejumlah negara Muslim, termasuk Arab Saudi untuk ikut berkontribusi.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris seperti yang dikutip Reuters menyebutkan, dari rombongan perwira itu ada satu orang dengan jawaban wakil komandan berpangkat bintang dua.

Pengiriman militer itu ditujukan supaya Inggris tetap bisa berkontribusi menjaga stabilitas di Gaza setelah beberapa tahun digempur Israel.

"Inggris bersama mitra internasional terus berupaya dan mendukung gencatan senjata di Gaza," kata pihak Kementerian Pertahanan Inggris. Mereka ingin menunjukkan kontribusi terbaik dari Inggris untuk proses perdamaian di Gaza.

Dalam kesempatan lain Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan, mereka memiliki keterampilan dan pengalaman khusus untuk mewujudkan perdamaian di Gaza. "Telah kami tawarkan untuk disumbangkan," jelasnya.

Menteri Healey menegaskan Inggris tidak akan pernah mengambil peran sebagai pemimpin secara kelembagaan di CMCC. Namun dia memastikan Inggris memberikan peran yang signifikan. Dia menegaskan pengiriman tentaranya ke Gaza itu atas permintaan dari AS.

Di bagian lain Presiden Donald Trump kembali menyampaikan peringatan kepada kelompok milisi Hamas. Dia meminta Hamas untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata tahap pertama. Supaya perdamaian di Gaza bisa terwujud.

Dia menyampaikan sekutu AS di Timur Tengah siap menghantam Hamas jika tidak mendukung upaya perdamaian atau gencatan senjata di Gaza.

"Banyak dari sekutu-sekutu hebat kita di Timur Tengah, dan wilayah di sekitar Timur Tengah, memberitahu saya bahwa mereka akan menyambut baik kesempatan, atas permintaan saya, untuk memasuki Gaza dengan kekuatan besar dan melawan Hamas. Jika Hamas terus bertindak buruk," ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social miliknya.

Namun Trump juga menyampaikan bahwa konfrontasi seperti itu belum perlu dilakukan. Karena menurut Trump, Hamas akan melakukan apa yang menurut dia benar. "Jika tidak, akhir dari Hamas akan cepat, penuh kemarahan, dan brutal," sambungnya.

Untuk diketahui gencatan senjata di Gaza sudah berjalan sejak 10 Oktober lalu. Namun dalam pelaksanaannya masih ada letupan-letupan.

Misalnya masih ada serangan udara dari Israel. Di pihak lain penyerahan sandera dari Hamas masih kerap menemui halangan. 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore