Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Al-Jazeera)
JawaPos.com-Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru memamerkan aksi militer besar-besaran di Gaza. Aksi brutal itu dilakukan militer Israel di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung.
Dalam pidato di hadapan parlemen Isralr, Knesset, Senin (20/10), Netanyahu mengungkapkan bahwa pasukan Israel menjatuhkan 153 ton bom ke wilayah Gaza sehari sebelumnya, langkah yang memicu kritik luas atas dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan penghentian tembakan.
Pidato yang semula dimaksudkan untuk menunjukkan 'keberhasilan perang di tujuh front' itu justru memperkuat kesan bahwa pemerintahan Netanyahu masih mengedepankan kekuatan militer di atas diplomasi.
Ia menyebut serangan udara itu sebagai balasan atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas, meski kelompok tersebut membantah terlibat dalam insiden yang menewaskan dua tentara Israel.
“Satu tangan kami menggenggam senjata, tangan lainnya terulur untuk perdamaian. Perdamaian hanya dibuat oleh pihak yang kuat,” ujar Netanyahu, dalam pidato yang beberapa kali diinterupsi oleh para anggota oposisi itu.
Namun, bagi banyak pengamat, ucapan itu terdengar seperti paradoks. Serangan bom di tengah gencatan senjata memperkuat tudingan bahwa Israel tidak pernah serius menghentikan perang yang telah menewaskan ribuan warga sipil Palestina.
Organisasi HAM menilai tindakan itu bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional, terutama jika dilakukan tanpa bukti kuat atas pelanggaran gencatan senjata oleh pihak lain.
Netanyahu juga menegaskan bahwa Gaza kini 'sepenuhnya terkepung' dan berjanji mempertahankan kendali atas semua perbatasan, menolak ajakan untuk mengakhiri perang lewat negosiasi.
“Jika saya mendengarkan sebagian dari kalian dan menarik pasukan dari Gaza, kita tidak akan mencapai posisi ini,” katanya.
Pernyataan itu memperdalam ketegangan di dalam negeri. Oposisi menuduh Netanyahu tidak hanya gagal mengakhiri perang, tetapi juga mengabaikan diplomasi internasional dan memperburuk posisi Israel di mata dunia.
Sementara itu, mengutip RoyaNews, pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menuding Netanyahu berupaya menutupi kegagalannya mengantisipasi serangan 7 Oktober dengan 'retorika militer yang kosong'.
Sementara itu, masyarakat sipil Israel juga mulai menunjukkan kelelahan perang. Survei lokal menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Netanyahu terus menurun, terutama karena tidak adanya peta jalan politik yang jelas untuk fase pascaperang Gaza.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
