Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 00.46 WIB

Didgeridoo dan Tarian Roh, Harmoni Spiritual dalam Budaya Asli Australia

Didgeridoo, alat musik tiup kuno dari suku Aborigin Australia

JawaPos.com - Didgeridoo, alat musik tiup kuno dari suku Aborigin Australia, bukan sekadar instrumen. Ia adalah jembatan spiritual yang menghubungkan manusia dengan alam dan roh leluhur. 

Dalam budaya Aborigin, suara didgeridoo dipercaya mampu meniru elemen alam seperti angin, air, dan suara binatang, menciptakan resonansi yang mendalam dalam ritual adat dan tarian suci.

Instrumen ini berasal dari wilayah Arnhem Land di Northern Territory dan dikenal dengan nama lokal seperti yidaki atau mago, tergantung suku yang memainkannya. 

Kayu eukaliptus yang dilubangi secara alami oleh rayap menjadi bahan utama, dipilih secara hati-hati untuk menghasilkan nada yang khas.

"Panjang, diameter, dan tekstur kayu memengaruhi nada dan pitch. Tidak ada dua didgeridoo yang menghasilkan suara yang sama," ujar Josh Whiteland, pemilik Koomal Dreaming Tours di Australia Barat.

Didgeridoo biasanya dimainkan dalam upacara Corroboree, sebuah pertunjukan budaya yang melibatkan tarian, nyanyian, dan cerita mitologis. Tarian ini dilakukan secara kolektif, dipimpin oleh tetua adat, dan diiringi oleh nyanyian kuno serta alat musik seperti clapsticks dan didgeridoo. 

Setiap gerakan tarian mencerminkan kisah penciptaan dan hubungan spiritual antara manusia dan makhluk roh.

"Musik tradisional didgeridoo sangat terkait dengan spiritualitas dan tanah. Suaranya meniru alam dan penuh makna budaya," kata Josh dalam wawancaranya.

Meski didgeridoo kini digunakan dalam berbagai genre musik modern, nilai spiritualnya tetap dijaga. Dalam beberapa komunitas Aborigin, hanya laki-laki yang diperbolehkan memainkannya. 

"Tradisi ini mengajarkan ketahanan dan kapasitas diri bagi laki-laki dan anak laki-laki," tambah Josh. Ia juga menekankan pentingnya menghormati norma budaya, termasuk larangan memotret perempuan yang diberi izin memainkan alat ini.

Kehadiran didgeridoo dan tarian roh dalam budaya Aborigin bukan sekadar warisan masa lalu. Ia adalah identitas yang terus hidup, mengingatkan dunia akan kedalaman spiritual dan filosofi masyarakat asli Australia

Dari panggung adat hingga festival internasional seperti Garma Festival, suara didgeridoo terus bergema sebagai simbol harmoni antara manusia, alam, dan leluhur.

Baca Juga: House of African Worlds: Ruang Baru untuk Merayakan Budaya Afrika di Paris

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore