Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 21.21 WIB

Israel Luncurkan Serangan Drone ke Lebanon, PBB Desak Gencatan Senjata Permanen

Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel di Sanaa, Yaman (Al-Jazeera)

JawaPos.com – Pada Rabu (1/10/2025), Israel kembali melancarkan serangan drone ke wilayah selatan Lebanon. Menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan tersebut menargetkan sebuah mobil di desa Kafra, menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa sejak gencatan senjata pada November 2024, sedikitnya 103 warga sipil Lebanon tewas akibat serangan Israel. Situasi ini mendorong Badan Hak Asasi Manusia PBB menyerukan upaya baru agar tercapai gencatan senjata yang berkelanjutan.

Komisioner HAM PBB, Volker Türk, menekankan pentingnya mengakhiri konflik secara permanen.

“Kami masih menyaksikan dampak menghancurkan dari serangan jet dan drone, termasuk di kawasan permukiman serta di dekat pasukan penjaga perdamaian PBB di selatan Lebanon,” ujarnya.

Konflik Israel–Hizbullah sempat berhenti setelah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada akhir November 2024, menyusul perang yang berlangsung 14 bulan.

Namun, serangan Israel tetap berlanjut hampir setiap hari, dengan dalih menargetkan anggota maupun fasilitas Hizbullah.

Di sisi lain, pemerintah Lebanon terus menempatkan pasukan di lima wilayah selatan yang dianggap strategis.

Menurut laporan Alarabiya, Lebanon juga berada di bawah tekanan kuat Amerika Serikat untuk mendesak Hizbullah melucuti senjatanya, guna mencegah eskalasi serangan Israel. Tentara Lebanon bahkan telah menyiapkan rencana pelucutan senjata dimulai dari wilayah selatan.

Namun, pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan penolakannya. Dalam pidato pada Sabtu (27/9/2025), tepat setahun setelah pembunuhan pendahulunya Hassan Nasrallah oleh Israel, ia menyatakan bahwa kelompoknya tidak akan menyerahkan senjata.

Sehari setelahnya, Minggu (28/9/2025), militer Israel mengklaim telah menyerang gudang senjata milik Hizbullah di selatan Lebanon.

Menurut laporan Dailysabah.com, konflik ini telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang mengungsi. Dari jumlah tersebut, sekitar 80.000 berasal dari Lebanon dan 30.000 lainnya dari wilayah utara Israel. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore