
Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-o-cha diyakini tidak akan melanjutkan karier politiknya lagi setelah kekalahan di Pemilu.
JawaPos.com – Kekalahan tak terduga dalam pemilu pada Minggu (14/5) lalu menjadi pukulan telak bagi Perdana Menteri (PM) Thailand Prayuth Chan-o-cha. Bahkan, bukan hanya Prayuth. Kemenangan Partai Move Forward itu juga menjungkirbalikkan prediksi banyak pihak.
Wakil Ketua Partai Persatuan Bangsa Thailand (UTN) Thanakorn Wangboonkongchana meyakini, Prayuth tidak akan melanjutkan karier politiknya lagi setelah kekalahan tersebut. Terlebih UTN hanya mampu mengumpulkan 36 kursi.
’’Dia belum mengatakannya, tapi saya pikir dia mungkin harus berhenti,’’ ujarnya Senin (15/5) seperti dikutip Channel News Asia.
Prayuth mencalonkan diri sebagai PM di bawah bendera UTN. Sejatinya, politikus 69 tahun itu tetap bisa ikut dalam pemilihan PM oleh DPR dan Senat yang digelar dua bulan lagi. Sebab, hanya butuh 25 kursi untuk mencalonkan diri menjadi PM. Namun, kemenangan besar kubu oposisi tampaknya sulit bagi Senat untuk mendukung Prayuth walaupun Senat yang berjumlah 250 orang seluruhnya ditunjuk junta militer tanpa pemilihan.
Seperti diberitakan kemarin, hasil sementara pemilu Thailand menunjukkan bahwa Partai Move Forward meraih 152 kursi dari 500 kursi DPR. Di posisi kedua, Partai Pheu Thai mendapatkan 141 kursi. Adapun UTN harus puas duduk di urutan kelima. Hasil itu di luar perkiraan. Termasuk lembaga survei. Sebelumnya, Partai Pheu Thai diprediksi sebagai pemenangnya.
Thanakorn menjelaskan, perolehan kursi UTN memang kalah jauh dari oposisi. Namun, hal itu tidak mengurangi dukungannya untuk Prayuth. Dia kagum pada pensiunan jenderal yang telah menjabat PM Thailand selama 8 tahun terakhir itu. Menurut dia, Prayuth telah bekerja untuk negara sepanjang hidupnya.
’’Saya yakin rakyat Thailand secara nasional tahu dia telah melakukan banyak hal untuk negara dan dia tidak pernah dinodai oleh apa pun. Tidak ada korupsi apa pun,’’ ungkap Thanakorn.
Prayuth menjadi PM sejak 2014 setelah memimpin kudeta untuk menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra, adik perempuan mantan PM Thaksin Sinawatra, yang terpilih secara demokratis. Junta militer yang dipimpin Prayuth berkuasa selama hampir lima tahun. Pemilu kembali digelar pada 2019 di bawah konstitusi baru yang dibuat oleh komite yang ditunjuk junta militer.
Prayuth memilih bungkam setelah hasil pemilu tidak sesuai harapannya. ’’Tidak ada komentar,’’ ujarnya ketika berbicara kepada media di gedung pemerintah Selasa (16/5). Dia juga tidak memberi kepastian apakah akan tetap maju mencalonkan diri sebagai PM atau tidak.
Dalam video yang dirilis UTN, Prayuth menyampaikan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang mendukungnya dan partainya. Dia menegaskan, UTN akan selalu mempertahankan ideologi partai. Yaitu, menjunjung tinggi bangsa, agama, monarki, dan rakyat.
’’Suara yang Anda berikan kepada kami telah menghangatkan hati kami. Meskipun, itu tidak memungkinkan bagi kami terus mengerjakan semua yang telah kami lakukan sebelumnya,’’ ujar Prayuth.
Sementara itu, pemimpin Partai Move Forward Pita Limjaroenrat menyatakan, pihaknya telah mendapat cukup dukungan dari sekutu politik untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Partainya akan berkoalisi dengan Partai Pheu Thai, Prachachat, Thai Sang Thai, dan Seri Ruam Thai serta Partai Adil. Jika ditotal, sejauh ini mereka telah memiliki 310 kursi di DPR. Namun, untuk dapat menjadi PM, koalisi partai harus mendapatkan dukungan minimal 376 kursi. (sha/c6/hud)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
