Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 20.42 WIB

Bed Warmer: Penghangat Kasur Kuno yang Jadi Cikal Bakal Selimut Listrik

Ilustrasi alat untuk menghangatkan tempat tidur zaman dulu. (Dok. collection.sciencemuseumgroup.org.uk) - Image

Ilustrasi alat untuk menghangatkan tempat tidur zaman dulu. (Dok. collection.sciencemuseumgroup.org.uk)

JawaPos.com - Sebelum selimut listrik dan pemanas ruangan menjadi standar kenyamanan musim dingin, masyarakat Eropa mengandalkan benda sederhana namun cerdik, yang dinamakan dengan bed warmer.

Alat ini bukan sekadar penghangat kasur, melainkan simbol dari inovasi domestik yang lahir dari kebutuhan akan kehangatan dalam malam-malam yang membeku.

Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, bed warmer berbentuk seperti wajan logam bertutup panjang, diisi bara panas, lalu digerakkan perlahan di bawah selimut.

Dilansir dari collection.sciencemuseumgroup.org.uk, salah satu contoh klasiknya adalah brass warming pan dari Eropa abad ke-19, yang kini menjadi bagian dari koleksi Science Museum Group. Alat ini bahkan digunakan di rumah sakit untuk menghangatkan tempat tidur pasien sebelum sistem pemanas modern tersedia.

Namun, seiring berkembangnya teknologi dan kesadaran akan risiko kebakaran serta asap beracun, inovasi pun muncul. Pada tahun 1937, seorang desainer asal Inggris bernama Ernest Paul Feakes menciptakan Veret electric bed warmer, penghangat kasur berbentuk silinder yang terbuat dari plastik bakelite dan urea formaldehyde.

Produk ini dijual di apotek dan toko perlengkapan listrik dengan slogan “shock-proof, fool-proof and guaranteed”. Konsumsi dayanya hanya satu unit per minggu, menjadikannya solusi hemat energi di masa itu.

Menurut Museum of Design in Plastics, Feakes adalah seorang tukang kayu dan penemu yang memiliki sembilan paten antara tahun 1904 hingga 1938. Ia mendirikan perusahaan Veret dari rumahnya di London, menjadikan bed warmer sebagai produk rumah tangga yang tak hanya fungsional, tapi juga aman dan estetis.

Bed warmer mungkin telah tergantikan oleh botol air panas dan selimut listrik, tapi jejaknya tetap terasa dalam sejarah desain dan teknologi rumah tangga. Ia adalah bukti bahwa inovasi tak selalu datang dalam bentuk besar, tetapi kadang ia hadir dalam wajan logam, bara merah, dan malam yang dingin. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore