
Ilustrasi alat untuk menghangatkan tempat tidur zaman dulu. (Dok. collection.sciencemuseumgroup.org.uk)
JawaPos.com - Sebelum selimut listrik dan pemanas ruangan menjadi standar kenyamanan musim dingin, masyarakat Eropa mengandalkan benda sederhana namun cerdik, yang dinamakan dengan bed warmer.
Alat ini bukan sekadar penghangat kasur, melainkan simbol dari inovasi domestik yang lahir dari kebutuhan akan kehangatan dalam malam-malam yang membeku.
Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-20, bed warmer berbentuk seperti wajan logam bertutup panjang, diisi bara panas, lalu digerakkan perlahan di bawah selimut.
Dilansir dari collection.sciencemuseumgroup.org.uk, salah satu contoh klasiknya adalah brass warming pan dari Eropa abad ke-19, yang kini menjadi bagian dari koleksi Science Museum Group. Alat ini bahkan digunakan di rumah sakit untuk menghangatkan tempat tidur pasien sebelum sistem pemanas modern tersedia.
Namun, seiring berkembangnya teknologi dan kesadaran akan risiko kebakaran serta asap beracun, inovasi pun muncul. Pada tahun 1937, seorang desainer asal Inggris bernama Ernest Paul Feakes menciptakan Veret electric bed warmer, penghangat kasur berbentuk silinder yang terbuat dari plastik bakelite dan urea formaldehyde.
Produk ini dijual di apotek dan toko perlengkapan listrik dengan slogan “shock-proof, fool-proof and guaranteed”. Konsumsi dayanya hanya satu unit per minggu, menjadikannya solusi hemat energi di masa itu.
Menurut Museum of Design in Plastics, Feakes adalah seorang tukang kayu dan penemu yang memiliki sembilan paten antara tahun 1904 hingga 1938. Ia mendirikan perusahaan Veret dari rumahnya di London, menjadikan bed warmer sebagai produk rumah tangga yang tak hanya fungsional, tapi juga aman dan estetis.
Bed warmer mungkin telah tergantikan oleh botol air panas dan selimut listrik, tapi jejaknya tetap terasa dalam sejarah desain dan teknologi rumah tangga. Ia adalah bukti bahwa inovasi tak selalu datang dalam bentuk besar, tetapi kadang ia hadir dalam wajan logam, bara merah, dan malam yang dingin. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
