
Dua pria mengenakan pakaian tradisional Emirat tengah memeriksa hasil panen kurma dalam rangkaian Festival Kurma Liwa ke-21 di Al Dhafra, Uni Emirat Arab (Dok. Al Etihad News Center)
JawaPos.com - Festival Kurma Liwa kembali digelar di Uni Emirat Arab (UEA) pada 14–27 Juli 2025 dengan kemeriahan yang lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Acara yang diselenggarakan di kawasan Al Dhafra, Liwa, ini telah memasuki edisi ke-21 dan menjadi salah satu ajang budaya paling ditunggu oleh masyarakat. Menurut laporan Al Etihad, festival ini berlangsung di bawah naungan Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, Wakil Presiden sekaligus Wakil Perdana Menteri UEA, yang menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan warisan kurma di tanah Emirat.
Sejak awal pelaksanaan, festival ini tidak hanya dipandang sebagai pesta panen, tetapi juga sebagai sarana melestarikan nilai-nilai budaya yang mengakar dalam kehidupan masyarakat. Sheikh Mansour menyampaikan bahwa pohon kurma adalah simbol ketahanan, kebaikan, dan kemurahan hati yang mencerminkan identitas nasional. Karena itu, keberadaan festival ini dianggap vital untuk menjaga kesinambungan budaya sekaligus memperkuat peran kurma dalam ketahanan pangan nasional UEA.
Rangkaian kompetisi yang diselenggarakan tahun ini mencapai 24 kategori, mencakup lomba kurma dari berbagai jenis unggulan seperti Dabbas, Khalas, Fard, Khenaizi, dan Shishi. Selain itu, ada pula perlombaan buah-buahan lain seperti pepaya, mangga, dan lemon yang semakin memperkaya variasi acara. Penyelenggara juga menambahkan lomba kreativitas batang kurma, pembuatan keranjang, serta kategori "model farm" yang memberi penghargaan pada praktik pertanian berkelanjutan.
Besarnya apresiasi yang diberikan kepada para peserta terlihat dari nilai hadiah yang mencapai AED 8,735,000 untuk lebih dari 300 pemenang. Angka ini mencerminkan betapa seriusnya pemerintah dalam mendukung petani lokal. Kategori Elite Dates wilayah Al Dhafra bahkan memberikan hadiah hingga Dh 200,000 bagi juara pertama, menjadikannya salah satu kompetisi pertanian paling prestisius di kawasan Teluk.
Antusiasme publik pun sangat terasa sepanjang acara. Hanya dalam lima hari pertama, lebih dari 50 ribu pengunjung telah memadati lokasi festival untuk menyaksikan kompetisi dan pameran. Dilansir dari Emirates7, pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati pameran kurma, tetapi juga membeli produk langsung dari petani serta menyaksikan beragam acara hiburan yang digelar di area terbuka. Kehadiran ribuan orang ini menunjukkan bahwa festival telah menjadi agenda penting dalam kalender budaya nasional.
Tidak berhenti pada lomba dan pameran, festival juga memiliki misi edukasi yang kuat. Penyelenggara menghadirkan lokakarya dan seminar mengenai perawatan pohon kurma, pengendalian hama, serta penggunaan teknologi irigasi hemat air. Seperti diberitakan Gulf Today, kegiatan edukatif ini memberikan pengetahuan praktis bagi para petani untuk meningkatkan kualitas produksi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan gurun.
Suasana festival juga diperkaya dengan pertunjukan budaya dan hiburan keluarga yang menarik perhatian semua kalangan. Pengunjung dapat menikmati tarian tradisional, mengikuti kuis interaktif, hingga mengunjungi area khusus anak-anak. Pameran kerajinan tangan dari batang kurma menjadi daya tarik tambahan karena memperlihatkan bagaimana setiap bagian pohon dapat dimanfaatkan secara kreatif oleh masyarakat lokal.
Festival Kurma Liwa juga membawa dampak signifikan pada pemberdayaan ekonomi lokal. Banyak pengrajin kecil dan pelaku usaha mikro mendapat kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas. Kehadiran festival menjadi ruang pemasaran yang efektif sekaligus membantu memperkuat jaringan ekonomi berbasis komunitas, sehingga nilai acara tidak hanya dirasakan secara budaya, tetapi juga secara ekonomi.
Dari sisi pariwisata, acara ini mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan internasional. Ribuan turis dari negara-negara Teluk hingga Eropa hadir untuk merasakan atmosfer khas gurun yang berpadu dengan budaya tradisional Emirat. Festival ini tidak hanya memperkuat sektor pariwisata Abu Dhabi, tetapi juga meningkatkan citra UEA sebagai destinasi yang mampu memadukan modernitas dengan akar tradisi.
Secara keseluruhan, Festival Kurma Liwa 2025 menjadi bukti nyata bagaimana UEA berhasil menjaga keseimbangan antara melestarikan budaya lama dan menghadirkan inovasi baru. Festival ini bukan sekadar pesta panen, melainkan juga simbol kebanggaan nasional yang memperlihatkan identitas Emirat kepada dunia. Dengan lomba, hadiah besar, kegiatan edukatif, dan suasana meriah, festival ini mempertegas peran kurma sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah dan masa depan Uni Emirat Arab.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
