
Kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza. (Sebastiano Diamante/LaPresse via AP).
JawaPos.com - Spanyol dan Italia resmi mengerahkan kapal perang ke Laut Mediterania untuk melindungi Global Sumud Flotilla (GSF), rombongan sekitar 50 kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza.
Langkah ini diambil setelah flotila tersebut diserang drone di perairan internasional, sebuah insiden yang memicu kecaman keras di forum internasional.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto menyatakan negaranya sudah mengirim satu fregat dan menyiapkan kapal tambahan jika situasi memburuk.
“Kami siap menghadapi segala kemungkinan,” ujarnya dalam pidato di parlemen.
Sementara Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan armadanya juga akan berlayar dari Cartagena untuk mendukung operasi penyelamatan bila diperlukan. Demikian mengutip Al-Jazeera.
Sanchez, yang tengah menghadiri Sidang Umum PBB di New York, menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional. “Warga dari 45 negara yang ikut serta dalam misi ini memiliki hak untuk berlayar di Mediterania tanpa gangguan,” katanya.
Menurut laporan aktivis, serangan udara Israel pada Rabu malam melibatkan drone dan pesawat yang menargetkan kapal dengan ledakan kecil serta upaya pengacauan radio.
Flotila menyebut hal ini sebagai 'eskalasi berbahaya' yang mengancam nyawa ratusan relawan, termasuk anggota parlemen Italia, pengacara, jurnalis, serta aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg.
Pemerintah Italia menegaskan sudah memperingatkan Israel agar setiap operasi dilakukan sesuai hukum internasional dan prinsip kehati-hatian. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani menambahkan, “Kami meminta jaminan perlindungan mutlak bagi warga Italia yang berada di atas kapal.”
Namun, di balik dukungan militer, Roma juga mengingatkan flotila agar tidak mencoba menerobos blokade laut Israel atas Gaza. Crosetto menawarkan agar bantuan yang dibawa diserahkan ke Gereja Katolik di Gaza untuk kemudian didistribusikan kepada warga.
“Kami tidak bisa menjamin keselamatan warga kami jika mereka memasuki perairan negara lain,” tegasnya.
Pihak flotila menolak intimidasi dan menyerukan PBB agar memasukkan serangan Israel terhadap kapal sipil ini ke dalam agenda pembahasan. Greta Thunberg, yang kini mencoba kedua kalinya menembus blokade maritim Israel, menegaskan: “Misi ini tentang Gaza, bukan tentang kami. Risiko yang kami hadapi tidak ada apa-apanya dibandingkan risiko yang dijalani warga Palestina setiap hari.”

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
