
Perang dagang kembali memanas, Presiden AS Donald Trump umumkan tarif impor baru terhadap produk farmasi, truk, dan furnitur. (dok Fox News)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah mengumumkan tarif impor baru yang tinggi pada produk farmasi, truk besar, serta perlengkapan dan furnitur renovasi rumah.
Dilansir dari Al Jazeera, pengumuman pada Kamis malam (25/9/2025) itu mengisyaratkan rencana perang dagang paling keras dari Trump sejak pengumuman mengejutkan April lalu tentang tarif timbal balik pada hampir setiap mitra dagang AS di seluruh dunia.
Sehingga, pengumuman terbaru itu menandai kebangkitan perang dagang presiden dari Partai Republik itu.
“Mulai 1 Oktober, kami akan mengenakan tarif 100 persen pada produk farmasi bermerek atau yang dipatenkan, kecuali jika perusahaan membangun pabrik manufaktur farmasi mereka di Amerika," tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
Dampaknya, saham perusahaan farmasi di seluruh Asia dengan eksposur besar ke pasar AS jatuh pada hari Jumat (26/9/2025), termasuk Samsung Biologics dari Korea Selatan.
Langkah Trump dikritik oleh Australia, sebab menurut Basis Data Comtrade Perserikatan Bangsa-Bangsa, Australia mengekspor produk farmasi senilai sekitar USD 1,3 miliar ke AS pada 2024,.
Dalam postingan terpisah, Trump menulis tentang tarif 25 persen pada semua truk besar yang dibuat di wilayah lain untuk mendukung produsen AS seperti Peterbilt, Kenworth, Freightliner, Mack Trucks, dan lainnya.
Perusahaan asing yang bersaing dengan produsen-produsen ini di pasar AS antara lain Volvo dari Swedia dan Daimler dari Jerman. Saham kedua perusahaan tersebut merosot tajam dalam perdagangan setelah jam kerja di Eropa.
Trump mengatakan, tarif truk diberlakukan karena berbagai alasan, tetapi yang terpenting, demi tujuan Keamanan Nasional.
Awal tahun ini, pemerintahan Trump meluncurkan penyelidikan yang disebut sebagai Pasal 232 terhadap impor truk untuk menentukan dampaknya terhadap keamanan nasional, yang menjadi landasan bagi pengumuman pada hari Kamis.
Pasal 232 adalah ketentuan hukum perdagangan yang memberikan presiden kewenangan luas untuk mengenakan tarif atau pembatasan lain pada impor apabila dianggap membahayakan keamanan nasional.
Trump juga mengatakan tarif sebesar 50 persen pada bahan renovasi rumah dan tarif sebesar 30 persen pada furnitur berlapis kain akan dikenakan. Karena ia mengklaim, bahwa produk tersebut membanjiri pasar AS dari luar negeri.
Menurut Komisi Perdagangan Internasional AS, pada tahun 2022, impor, terutama dari Asia, mewakili 60 persen dari semua furnitur yang dijual, termasuk 86 persen dari semua furnitur kayu dan 42 persen dari semua furnitur berlapis kain.
Saham pengecer perabotan rumah Wayfair dan Williams Sonoma, yang bergantung pada barang impor ini, anjlok dalam perdagangan setelah jam kerja.
Pemerintahan Trump telah mengenakan tarif dasar sebesar 10 persen pada semua negara, dengan tarif individual yang lebih tinggi pada negara-negara yang ekspornya ke AS jauh melebihi impor.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
