Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 18.56 WIB

Donald Trump 'Tantrum' Lagi, Bikin Kebijakan Baru Soal Visa H-1B yang Picu Kepanikan Massal

Foto Pidato Presiden Donald Trump pada KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon, Washington, D.C. (The White House) - Image

Foto Pidato Presiden Donald Trump pada KTT AI Gedung Putih di Auditorium Andrew W. Mellon, Washington, D.C. (The White House)

JawaPos.com - Kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump kembali memicu kegaduhan internasional. Jumat (20/9), Trump menandatangani proklamasi yang menetapkan biaya baru sebesar USD 100.000 atau berkisar Rp 1,6 miliar lebih bagi perusahaan yang ingin mengajukan visa kerja H-1B.

Diketahui, visa tersebut selama ini menjadi andalan perusahaan teknologi Amerika untuk merekrut tenaga terampil asing. Namun, pengumuman itu minim detail.

Tidak ada kejelasan apakah biaya tersebut berlaku hanya untuk pemohon baru atau juga untuk perpanjangan bahkan pemegang visa lama. Ambiguitas inilah yang memicu kepanikan global selama lebih dari 24 jam.

Di berbagai negara, pemegang H-1B membatalkan rencana perjalanan, membeli tiket darurat, hingga meninggalkan keluarga mereka demi kembali ke Amerika sebelum aturan baru diberlakukan.

India menyebut kebijakan ini berpotensi menimbulkan “konsekuensi kemanusiaan” akibat terpisahnya keluarga pekerja migran.nPerusahaan besar seperti Microsoft, Amazon, dan Goldman Sachs mengirim memo darurat kepada karyawan agar tidak bepergian keluar negeri.

Video yang diverifikasi NBC News bahkan memperlihatkan suasana kacau di sebuah penerbangan dari San Francisco ke Dubai, ketika sejumlah penumpang memilih turun setelah mendengar pengumuman Trump.

Baru pada Sabtu (21/9), Gedung Putih mengeluarkan klarifikasi. Lewat akun resmi di X, pejabat menyatakan bahwa biaya USD 100.000 hanyalah satu kali pembayaran untuk aplikasi baru dan tidak berlaku bagi pemegang visa lama. Namun, kepanikan sudah terlanjur terjadi.

“Panik di antara pemegang visa H-1B nyata adanya. Kami tidak tahu apa yang menunggu di depan,” kata Rohan Singh, seorang insinyur manufaktur di North Carolina, yang membatalkan rencana pulang ke India.

Kejadian ini menambah daftar panjang kebijakan imigrasi Trump yang dinilai serampangan: diumumkan mendadak, minim penjelasan, lalu buru-buru diubah setelah memicu reaksi keras.

Dampaknya, bukan hanya pekerja asing yang terguncang, tetapi juga citra Amerika Serikat sebagai negara tujuan tenaga terampil ikut dipertanyakan oleh sekutu dan mitra globalnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore