Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan solusi dua negara di Markas PBB, New York, Senin (22/9). (Loey Felipe/UN Photo/Antara)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengakuan terhadap Negara Palestina merupakan langkah yang benar dari sisi sejarah. Hal itu disampaikan dalam pidato pada High-level International Conference on the Peaceful Settlement of the Question of Palestine and the Implementation of Two-State Solution di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9) waktu setempat.
“Prancis, Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan banyak negara terkemuka lainnya di dunia telah mengambil langkah di sisi sejarah yang benar. Pengakuan Negara Palestina adalah langkah yang benar di sisi sejarah yang benar,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Prabowo menyatakan keprihatinannya terhadap krisis kemanusiaan yang kini berlangsung di Gaza. Menurutnya, ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menjadi korban akibat konflik yang berkepanjangan.
“Ribuan nyawa tak bersalah, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita,” ucapnya dengan nada tegas.
Ia menyerukan agar dunia segera mengambil langkah untuk menghentikan perang dan mencegah bencana kemanusiaan semakin memburuk.
“Kita harus mengakui Palestina sekarang. Kita harus menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Mengakhiri perang harus menjadi prioritas utama kita,” tegasnya.
Dalam forum itu, Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia pada solusi dua negara sebagai jalan keluar paling adil dan damai.
“Hanya solusi dua negara yang akan membawa perdamaian. Kita harus menjamin kenegaraan bagi Palestina. Tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan bagi keamanan Israel,” ujarnya.
Prabowo menekankan pengakuan negara Palestina harus disertai peluang nyata menuju perdamaian abadi. Indonesia, lanjutnya, siap mendukung secara konkret langkah-langkah perdamaian tersebut, termasuk dengan menyediakan pasukan penjaga perdamaian.
“Kami siap mengambil bagian dalam perjalanan menuju perdamaian. Kami bersedia menyediakan pasukan penjaga perdamaian,” tutur Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan sejarah tidak akan menunggu bagi negara-negara yang masih ragu.
“Kepada mereka (negara-negara) yang belum mengambil sikap, kami katakan sejarah tidak akan menunggu,” pungkasnya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
