Para pengunjuk rasa berbaris menuju polisi setelah menghancurkan blokade selama protes yang mengecam apa yang mereka sebut korupsi terkait dengan proyek pengendalian banjir, di Manila, Filipina.
JawaPos.com-Gelombang kemarahan publik atas skandal korupsi proyek infrastruktur di Filipina memuncak pada Minggu (21/9) dengan demonstrasi besar-besaran di ibu kota Manila.
Baca Juga: Polisi Nyatakan Suami yang Bakar Istrinya hingga Tewas di Cakung Terbukti Pemakai Narkoba
Meski sebagian besar aksi berlangsung damai, kerusuhan pecah di beberapa titik hingga berujung bentrokan dengan aparat. Polisi melaporkan 224 orang ditangkap, termasuk sejumlah remaja, sementara 131 petugas mengalami luka, sebagian di antaranya serius.
Dilansir dari Al-Jazeera, kerusuhan terjadi di kawasan Ayala Bridge dan Mendiola, di mana kelompok massa bertopeng menyerang polisi dengan batu dan benda lain, membakar sepeda motor, hingga merusak fasilitas publik.
Aparat akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. “Kami masih menyelidiki apakah mereka bagian dari aksi resmi atau hanya provokator,” ujar juru bicara kepolisian regional, Mayor Hazel Asilo.
Aksi ini dipicu skandal “ghost project” dalam pembangunan pengendali banjir yang diduga merugikan negara hingga 118,5 miliar peso atau sekitar Rp54 triliun dalam periode 2023–2025.
Presiden Ferdinand Marcos Jr sebelumnya mengungkap adanya proyek fiktif tersebut dalam pidato kenegaraan pada Juli lalu, yang memicu kemarahan publik terhadap praktik korupsi di tubuh pemerintah.
Ribuan orang hadir dalam unjuk rasa di taman bersejarah Rizal Park dan Monumen Demokrasi, membawa tuntutan transparansi dan reformasi.
“Kami kehilangan rumah, masa depan, dan kehidupan, sementara mereka memperkaya diri dengan pajak rakyat,” kata Althea Trinidad, seorang aktivis mahasiswa, seperti dikutip AP.
Senin (22/9) pagi, suasana Manila berangsur normal, namun aparat memperketat penjagaan dengan menambah jumlah personel di titik strategis.
Pemerintah juga memberlakukan jam malam bagi anak di bawah umur dan meliburkan sekolah. Seiring penyelidikan berjalan, demonstrasi lanjutan diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Gelombang protes antikorupsi ini tidak hanya terjadi di Filipina. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi serupa juga berlangsung di Indonesia dan Nepal, menandakan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap praktik korupsi dan tata kelola pemerintahan di kawasan Asia. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022