Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 07.42 WIB

Swedia Impor Sampah Dunia Demi Penuhi Kebutuhan Energi dan Dukung Target Bebas Fosil 2045

Kondisi tumpukan sampah. (West Management Association of Malaysia) - Image

Kondisi tumpukan sampah. (West Management Association of Malaysia)

JawaPos.com – Swedia kini dikenal sebagai negara yang membutuhkan pasokan sampah dari luar negeri.

Dilansir dari laman Frost and Sullivan Institute pada Senin (15/9), langkah ini dilakukan bukan karena kekurangan limbah domestik, melainkan karena sistem pengelolaan sampahnya sangat efisien. Kebijakan tersebut menjadikan sampah sebagai sumber daya berharga bagi energi dan industri.

Negara Skandinavia ini menerapkan konsep ekonomi sirkular sebagai landasan strateginya. Model ini memprioritaskan penggunaan kembali, perbaikan, dan daur ulang agar material tetap bermanfaat.

Dengan sistem tersebut, Swedia berhasil menekan sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir menjadi kurang dari 1 persen.

Saat ini, 52 persen sampah di Swedia diubah menjadi energi melalui pembakaran terkendali. Sementara itu, 47 persen lainnya didaur ulang menjadi produk baru. Angka ini jauh melampaui rata-rata global yang masih membuang lebih dari 30 persen sampah ke TPA.

Keberhasilan ini mendorong Swedia mengimpor sampah dari negara lain untuk menjaga pasokan energi.

Sampah yang masuk diolah menjadi listrik dan panas untuk rumah tangga. Praktik tersebut memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga target lingkungan nasional.

Swedia menargetkan menjadi negara kesejahteraan pertama yang bebas bahan bakar fosil pada 2045. Ekonomi sirkular dipandang sebagai kunci mencapai tujuan iklim tersebut. Pemerintah dan masyarakat berkolaborasi melalui kebijakan, teknologi, serta kesadaran publik yang tinggi.

Sistem ini lahir dari perencanaan dan inovasi kebijakan selama puluhan tahun. Edukasi masyarakat dilakukan untuk memastikan pemilahan sampah berjalan efektif. Kesadaran lingkungan yang tinggi membuat warga mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Swedia membuktikan bahwa sampah dapat menjadi komoditas penting bagi ketahanan energi. Upaya ini menjadikan negara tersebut sebagai pemimpin global dalam pengelolaan limbah.

Kesuksesan Swedia menjadi contoh bagi dunia dalam mengubah masalah sampah menjadi peluang berkelanjutan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore