
Ilustrasi jurnalis dan AI (Dok. Yomu.ai)
JawaPos.com - Pal Biro, Manajer Google di Hungaria, menggambarkan dirinya sebagai seorang "optimistis radikal" mengenai masa depan kecerdasan buatan (AI).
Ungkapan itu diutarakan saat acara 'Artificial Intelligence (AI) Summit Budapest', konferensi kecerdasan buatan (AI) terbesar tahun ini, dalam diskusi panel bertajuk "Pembaca tak kasat mata, dampak nyata bagaimana kecerdasan buatan memengaruhi konsumsi media?"
Dilansir dari Hungary Today, Pal Biro memandang AI bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang: sebuah alat yang membuat berbagai profesi menjadi lebih kreatif dan efisien.
Ia juga menekankan bahwa produk dan platform Google dirancang untuk menawarkan respons netral yang tidak memihak ideologi, sudut pandang, atau kandidat politik mana pun.
Larangan penuh terhadap iklan politik akan mulai berlaku di Uni Eropa pada bulan September.
Hal terpenting dalam hal ini adalah iklan politik tidak akan muncul di Google mulai bulan September.
"Selain itu, kami senantiasa berupaya memastikan, bahwa pengalaman, keahlian, kredibilitas, dan keandalan menjadi kriteria utama dalam pemeringkatan hasil pencarian," Biro menggarisbawahi.
Google akan menghentikan iklan politik di Uni Eropa mulai September 2025, dengan penerapan penuh mulai 22 September, ketika iklan apa pun yang diklasifikasikan sebagai politik akan diblokir secara otomatis.
Keputusan ini terkait langsung dengan peraturan Transparansi dan Penargetan Iklan Politik (TTPA) Uni Eropa, yang akan berlaku efektif pada Oktober 2025.
Selama wawancara, diskusi beralih ke sejauh mana kecerdasan buatan dapat menggantikan pekerjaan jurnalis. Biro percaya, bahwa penekanannya bukan pada penggantian, melainkan pada pelengkap.
"Saya sangat yakin bahwa AI tidak akan menggantikan jurnalis, melainkan membantu mereka. AI akan dapat berfungsi sebagai asisten pribadi, yang memungkinkan editor dan jurnalis untuk bekerja lebih efisien dan kreatif dalam menulis artikel berita. Menurut saya, AI menciptakan nilai tambah dan tidak berdampak negatif pada kualitas jurnalisme," katanya.
Diskusi itu juga membahas kapan kecerdasan buatan akan mampu menentukan dengan pasti apakah sebuah berita benar atau salah.
Menurut Biro, ini merupakan salah satu tantangan terbesar di masa depan, tetapi Google telah memobilisasi sumber daya yang sangat besar untuk memastikan keamanannya.
"Salah satu area yang paling kami fokuskan adalah kepercayaan dan keamanan. Setiap tahun, kami melarang miliaran iklan yang bahkan tidak pernah sampai ke konsumen. Sistem kami menyaring penyalahgunaan sebelum muncul, baik itu hasil organik maupun iklan berbayar. Upaya semacam ini akan semakin serius di masa mendatang," tegasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
