
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang akan bertemu pada KTT SCO di Tianjin pada tanggal 31 Agustus-1 September nanti. ( Antara)
JawaPos.com - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, akan mengadakan KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di kota Tianjin pada tanggal 31 Agustus hingga 1 September nanti. Sebanyak 22 negara akan menghadiri pertemuan ini, menjadikannya KTT SCO terbesar sejak didirikan pada tahun 2001.
Berdasarkan informasi Reuters, Presiden Xi akan mengundang beberapa kepala negara penting dari berbagai bagian dari benua Asia dan Afrika, seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Bagi Perdana Menteri Modi, kunjungan ini menjadi kali pertama beliau menginjakkan kaki di negara Tirai Bambu setelah lebih dari tujuh tahun, setelah Tiongkok dan India berusaha untuk menghentikan konflik perbatasan kedua negara yang sempat memuncak pada tahun 2020.
Sebelumnya, ketiga kepala negara ini sudah bertemu pada pertemuan BRICS di Kazan, Rusia, dan kedutaan besar Rusia di New Delhi menginformasikan bahwa Rusia berharap akan segera diadakan perbicaraan trilateral bersama Tiongkok dan India.
Selain kedua nama tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto juga diundang pada pertemuan regional tingkat tinggi tersebut, juga Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Sekjen ASEAN Kao Kim Hourn dan pejabat dan kepala negara lainnya, mengutip dari Antara.
Sebagai informasi, SCO menjadi organisasi inisiatif dari Tiongkok dalam menjembatani kerja sama dengan negara-negara tetangganya di Asia, yang awalnya merupakan pertemuan yang membahas isu keamanan, hingga menjadi pertemuan komprehensif yang mencakup setengah dari jumlah populasi global.
Melansir dari media Tiongkok, Xinhua, konferensi yang saat ini sudah memiliki 10 negara anggota tetap, dua negara pemantau (observer), dan beberapa negara mitra dialog lainnya tersebut patuh dengan sebuah semangat yang disebut sebagai "Shanghai Spirit".
Semangat tersebut dibangun dengan beberapa prinsip yang berdasarkan kepercayaan bersama, keuntungan bersama, kesetaraan, konsultasi, hingga rasa hormat terhadap peradaban yang beragam dan keinginan untuk bertumbuh bersama.
Selama bertahun-tahun organisasi ini berjalan, Tiongkok, sebagai salah satu negara pendiri SCO, menjadikannya salah satu prioritas diplomatiknya dan melakukan beberapa inisiatif untuk membangun pertumbuhan wilayah sekitarnya sesuai dengan semangat yang dibawa.
Pada pertemuan tahun ini, tema yang dibawakan adalah “Tahun Pembangunan Berkelanjutan SCO”, di mana Tiongkok ingin meneruskan beberapa rencana dan kerja sama dengan negara-negara global selatan, sesuai dengan Prakarsa Pembangunan Global yang dicanangkan oleh Presiden Xi Jinping.
Rencana dan tersebut mencakup beberapa aspek, yaitu pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pembiayaan pembangunan, perubahan iklim dan pembangunan hijau, industrialisasi, ekonomi digital, dan konektivitas. (*)

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
