
Menlu Malaysia kecam rencana Israel kuasai Gaza. (@tokmatn9/X).
JawaPos.com - Malaysia menegaskan penolakannya atas rencana Israel mengambil alih Gaza.
Pemerintah menyebut langkah itu sebagai bentuk penjajahan modern yang bertentangan dengan hukum internasional dan upaya perdamaian global.
Dilansir dari The Star (25/8), Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyatakan bahwa rencana Israel menguasai Gaza merupakan eskalasi besar terhadap ambisi lama Israel untuk menduduki tanah Palestina.
Mohamad Hasan menegaskan, apa yang dilakukan Israel saat ini adalah bentuk penjajahan modern yang menghina semua upaya diplomasi internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Luar Biasa Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OIC) di Jeddah, Arab Saudi, pada Senin (25/8).
Dalam forum itu, Malaysia menyoroti sikap Israel yang terus menolak gencatan senjata, mengabaikan perlindungan bagi warga sipil, serta menghalangi akses evakuasi dan bantuan kemanusiaan.
“Kami meminta mereka (Israel) mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk. Mereka menyerang para pembawa bantuan, memutus jalur penyaluran bantuan, dan membuat seluruh Gaza kelaparan,” ujar Mohamad Hasan.
Mohamad Hasan menambahkan, kondisi di Gaza semakin parah setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) resmi menyatakan adanya kelaparan akut yang menyebabkan banyak korban jiwa.
Malaysia, Indonesia, dan beberapa Negara lain sebelumnya telah menyalurkan bantuan melalui Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Namun, menurut Mohamad Hasan, upaya tersebut berulang kali terhambat oleh rezim Israel.
Mohamad Hasan memperingatkan bahwa agresi Israel yang telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina sejak Oktober 2023 hanyalah awal dari ambisi ekspansi yang lebih luas di kawasan.
Mohamad Hasan menegaskan, konsep ‘Greater Israel’ bukan hal baru, tetapi merupakan kebijakan lama Israel untuk memperluas permukiman dan menguasai wilayah dengan mengorbankan rakyat Palestina.
Menteri Luar Negeri Malaysia ini juga memperingatkan bahwa kekerasan Israel tidak akan berhenti di Palestina dan berpotensi meluas ke kawasan sekitar dan menekan pihak-pihak yang menentangnya.
Malaysia sendiri menyerukan negara-negara Islam dan komunitas internasional agar bersatu membela hak rakyat Palestina. Mohamad Hasan menutup pernyataannya dengan harapan bahwa suatu hari akan lahir negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
“Kita harus terus menyuarakan perlawanan setiap hari, hingga perdamaian dan keadilan benar-benar datang bagi Palestina,” tegas Mohamad Hasan. (*)

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
