Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 02.57 WIB

UEA Jadi Teladan Dunia dalam Integrasi Kecerdasan Buatan di Pendidikan dan Transfer Pengetahuan

Ilustrasi murid di Uni Emirat Arab yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar di kelas modern (Gulf News)

JawaPos.com - Uni Emirat Arab (UEA) terus menunjukkan langkah visioner dengan menempatkan pendidikan sebagai inti strategi transformasi teknologi nasional. 

Melalui penerapan kecerdasan buatan (AI) di sekolah, negara ini berupaya membangun "Sekolah Masa Depan" yang mampu mencetak generasi kreatif untuk menghadapi tantangan era digital.

Langkah ini diwujudkan dengan pengenalan kurikulum pemrograman dan analisis data sejak dini, pembangunan laboratorium AI dan robotika di sekolah, hingga pemberdayaan guru dengan perangkat pintar. 

Sistem evaluasi berbasis AI kini membantu guru memantau kinerja siswa secara real time, sementara asisten virtual menyediakan dukungan belajar baik di dalam maupun luar kelas.

Menteri Pendidikan UEA, Sarah Al Amiri, menegaskan bahwa sekolah di seluruh UEA siap menyambut hampir satu juta siswa untuk tahun ajaran 2025–2026. 

"Para guru menerima pelatihan ekstensif mengenai kecerdasan buatan, baik sebagai mata pelajaran maupun sebagai alat pengajaran, dengan dukungan kerangka pelatihan yang terstruktur," ujarnya, dikutip dari Gulf News, Sabtu (23/8/2025).

Lebih jauh, Al Amiri menjelaskan bahwa para pendidik dibimbing untuk mengintegrasikan AI dalam pekerjaan sehari-hari sembari mengikuti perkembangan terkini. 

"Mekanisme pelatihan inovatif ini tidak hanya memperkuat sistem pendidikan UEA, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi model pendidikan di seluruh dunia," katanya.

Sebagai bagian dari persiapan tahun ajaran baru, sembilan sekolah baru dibuka di berbagai wilayah, sementara 465 sekolah telah menjalani pemeliharaan menyeluruh. 

"Guru dilatih dalam bidang komputasi, dan kami memiliki para spesialis di bidang ini. Kami juga memastikan lingkungan belajar yang modern dan aman bagi siswa," jelas Al Amiri.

Selain itu, 25.345 siswa baru tercatat mendaftar, 830 pendidik direkrut, 10 juta buku teks dicetak, serta 46.888 laptop didistribusikan ke siswa untuk memperkuat pendidikan digital. 

Pemerintah juga memperkenalkan sistem penilaian berkelanjutan untuk kelas satu hingga empat, yang memungkinkan guru memberikan umpan balik lebih efektif dan memperkuat keterampilan berpikir kritis siswa.

Di sisi lain, transformasi digital juga menyentuh dunia pengetahuan. Ketua Abu Dhabi Arabic Language Centre (ALC), Dr. Ali Bin Tamim, menekankan pentingnya digitalisasi publikasi. 

"Pusat Bahasa Arab Abu Dhabi berkomitmen mendigitalkan buku-buku kami, agar generasi baru lebih mudah mengakses pengetahuan sekaligus memperkuat posisi bahasa Arab di era digital," tuturnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore