Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 01.21 WIB

Menelusuri Khao Yai National Park, Taman Nasional Pertama Thailand yang Memikat Dunia Lewat Konservasi dan Seni Modern

Air terjun Haew Suwat di Khao Yai National Park Locationscout/Ben Leitgeb)

JawaPos.com - Khao Yai National Park hingga kini tetap menjadi salah satu destinasi unggulan Thailand yang mampu menggabungkan keindahan alam tropis, keberagaman satwa liar, serta inovasi pariwisata yang berkelanjutan.

Sebagai taman nasional pertama di Thailand sekaligus salah satu yang terbesar di Asia Tenggara, kawasan ini menawarkan panorama yang tak pernah lekang oleh waktu. Kombinasi hutan hujan, pegunungan, dan air terjun menjadikan Khao Yai sebagai surga alam yang cocok dikunjungi sepanjang tahun.

Sebagai bagian dari UNESCO World Heritage Site sekaligus ASEAN Heritage Park, Khao Yai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi regional.

Area taman nasional ini mencakup empat provinsi besar, yakni Nakhon Ratchasima, Saraburi, Prachinburi, dan Nakhon Nayok, dengan luas mencapai lebih dari 2.000 kilometer persegi. Status internasional ini menandai pengakuan atas kekayaan biodiversitas dan nilai sejarah ekologis yang dimiliki.

Taman nasional ini terkenal karena menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna yang masih terjaga kelestariannya. Mulai dari gajah liar, harimau, beruang, hingga ratusan jenis burung, Khao Yai adalah laboratorium alam terbuka yang mendukung penelitian dan konservasi.

Menurut catatan UNESCO, kawasan Dong Phayayen - Khao Yai Forest Complex tempat taman ini berada juga dianggap sebagai habitat penting yang perlu dilindungi dari ancaman perburuan maupun deforestasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Thailand semakin serius mendorong konsep pariwisata berkelanjutan di Khao Yai. Melalui kebijakan yang diresmikan pada pertengahan 2025, pengelola taman nasional memperkuat program konservasi, mengurangi limbah plastik, serta melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan wisata.

Media Seasia.co melaporkan bahwa langkah ini diambil agar Khao Yai tetap menjadi tujuan wisata yang ramah lingkungan sekaligus menguntungkan masyarakat sekitar.

Tidak hanya mengandalkan pesona alam, Khao Yai kini juga menghadirkan nuansa budaya melalui dibukanya Khao Yai Art Forest. Museum terbuka ini memadukan karya seni kontemporer dengan keindahan lanskap hutan, menghadirkan instalasi besar seperti Maman karya Louise Bourgeois dan Fog Sculpture dari Fujiko Nakaya.

Media El País bahkan menuliskan, "El bosque alberga importantes obras como ‘Mamá’ de Louise Bourgeois..." yang berarti "Hutan ini memuat karya penting seperti Maman oleh Louise Bourgeois."

Bagi wisatawan yang lebih menyukai petualangan alam, Khao Yai tetap mempertahankan jalur trekking, lokasi camping, hingga panorama air terjun yang ikonik.

Air terjun Haew Suwat, yang pernah muncul dalam film internasional The Beach, menjadi spot favorit pengunjung. Sementara itu, tebing 'Pha Diao Dai' atau Lonely Cliff menawarkan pengalaman menikmati matahari terbenam dari ketinggian dengan suasana yang tenang dan sejuk.

Dari sisi aksesibilitas, Khao Yai sangat mudah dijangkau dari Bangkok, dengan jarak sekitar 2,5 hingga 3 jam perjalanan darat. Kondisi ini membuat taman nasional ini populer untuk wisata sehari, namun banyak pula wisatawan yang memilih menginap di resort dan penginapan lokal agar bisa mengeksplorasi kawasan lebih jauh.

Menurut catatan Hect India, pilihan akomodasi di sekitar taman sangat beragam, mulai dari homestay sederhana hingga hotel butik mewah.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore