Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 04.57 WIB

Momen Menarik saat Pemimpin Dunia Lupa Mikrofon Hidup: Obrolan Trump dan Isu Kontroversial di Gedung Putih yang Bocor

Mikrofon Trump bocor saat singgung kesepakannya dengan Rusia. (Instagram @realdonaldtrump)

JawaPos.com - Fenomena mikrofon bocor atau hot mic kembali menyita perhatian publik. Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tertangkap kamera berbisik santai dengan sejumlah pemimpin Eropa saat konferensi pers di Gedung Putih.

Obrolan yang tak sengaja terekam itu memunculkan isu kontroversial seputar perang Rusia–Ukraina.

Dilansir dari AP News pada Rabu (20/8), insiden terjadi pada Senin (18/8) di Gedung Putih ketika Trump memimpin konferensi pers bersama delapan pemimpin Eropa. Mikrofon yang masih menyala menangkap lebih dari dua menit obrolan tidak resmi di balik meja konferensi.

Salah satu bocoran yang paling menarik perhatian datang dari Trump kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron. Trump menyinggung pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska.

"Saya pikir dia ingin membuat kesepakatan untuk saya, Anda paham, meskipun terdengar gila," ujar Trump.

Suasana obrolan sebenarnya berlangsung ringan. Trump sempat memuji penampilan Kanselir Jerman Friedrich Merz, bercanda tentang golf dengan Presiden Finlandia Alexander Stubb, hingga menyinggung pers Italia bersama Perdana Menteri Giorgia Meloni.

Namun, percakapan singkat itu tetap menjadi pusat perhatian lantaran mengungkap interaksi diplomatik yang umumnya tertutup untuk umum.

Sebenarnya momen hot mic bukan hal baru dalam politik internasional. Presiden ke-40 Amerika Serikat, Ronald Reagan pernah membuat geger pada 1984 saat bercanda tentang serangan nuklir.

"Saudara-saudara sebangsa, dengan senang hati saya kabarkan bahwa saya baru saja menandatangani undang-undang untuk melarang Rusia selamanya. Kita akan mulai pengeboman dalam lima menit," kata Reagan saat mengecek mikrofon.

Joe Biden pun kedapatan berkomentar spontan saat penandatanganan Affordable Care Act pada 2010. Di momen resmi dan penuh kamera itu, Biden mendekat ke Obama lalu berbisik cukup keras sehingga mikrofon menangkap suaranya yang mengucapkan 'F-word' karena gembira.

Bahkan, Jacinda Ardern, mantan Perdana Menteri Selandia Baru, pernah melontarkan kalimat kasar kepada lawan politiknya di tengah sidang parlemen.

Bill McGowan, CEO Clarity Media Group, menilai publik menyukai fenomena ini karena dianggap jujur.

"Tidak ada yang lebih autentik daripada apa yang keluar dari mulut seseorang di mikrofon terbuka," ujarnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore