
Buaya beristirahat di air di sebuah peternakan di Lembah Yordan, Tepi Barat. (AP Photo/Dusan Vranic/File)
JawaPos.com - Gaza di Palestina yang berubah jadi tempat pembunuhan massal, genosida, yang dilakukan oleh Israel dengan dalih memerangi teroris ternyata tak cukup membuat mereka puas. Selain membunuh manusia, Israel rupanya juga gemar membunuh binatang.
Dibuktikan dengan beberapa waktu lalu, ratusan buaya Nil di sebuah peternakan Tepi Barat dibunuh oleh otoritas Israel dengan alasan keamanan publik. Pemilik peternakan menuding tindakan itu ilegal dan melanggar perlindungan satwa internasional.
Aksi ini dilakukan oleh Administrasi Sipil Israel, Otoritas Alam dan Taman Nasional, serta militer Israel (IDF) dengan dalih melindungi masyarakat dari potensi ancaman.
Gadi Bitan, pemilik peternakan yang telah beroperasi lebih dari dua dekade, mengaku tidak diberi pemberitahuan sebelumnya. Menurutnya, petugas datang, mengeringkan kolam, menembak mati buaya, lalu mengangkut bangkainya menggunakan buldoser untuk dikubur di lokasi yang dirahasiakan.
"Tindakan ini akan merusak citra Israel di mata dunia karena buaya Nil adalah spesies yang dilindungi oleh Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah (CITES)," kata Bitan mengutip Haaretz, Rabu (13/8).
Ia mengklaim ada 800 buaya di peternakannya, semuanya dibunuh. Namun, versi Administrasi Sipil menyebut hanya 262 ekor yang dimatikan, sementara sisanya sudah mati sebelumnya akibat kondisi buruk di peternakan.
Padahal, pemerintah Israel sendiri memasukkan buaya Nil sebagai satwa dilindungi sejak 2013, melarang perdagangan internasionalnya.
Bitan mengatakan telah berupaya memindahkan buaya ke taman wisata di Maroko, namun gagal karena perang, dan sedang menjajaki kesepakatan dengan negara lain sebelum tindakan pemusnahan ini dilakukan.
Administrasi Sipil berdalih, buaya-buaya itu hidup dalam kondisi yang dianggap sebagai penyiksaan hewan, kekurangan makanan hingga memicu perilaku kanibalisme, dan pagar pembatas yang rusak membuat mereka beberapa kali kabur ke pemukiman serta cagar alam.
"Situasi ini menimbulkan ancaman nyata bagi keselamatan warga," kata pihak Administrasi.
Namun, Bitan membantah keras tuduhan tersebut. "Saya selalu memastikan pagar dalam kondisi baik dan buaya dirawat dengan baik. Tidak ada seorang pun yang terluka. Memang ada orang yang menerobos masuk, tapi tidak pernah ada kejadian berbahaya," ujarnya.
Kasus ini memicu perdebatan di Israel mengenai batas kewenangan negara dalam menangani satwa dilindungi yang dianggap berisiko bagi manusia, terutama ketika melibatkan properti pribadi dan reputasi internasional negara itu.

Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026: Green Force Bisa Sapu Bersih Laga!
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Port FC di Piala Presiden 2026, Bruno Moreira Siap Hadapi Teror Bonek!
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Jaga Asa ke Semifinal!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026, Kesempatan Terakhir Macan Kemayoran ke Semifinal
Jadwal Aston Villa vs Indonesia All Stars: Jam Kick-off, Siaran Langsung, dan Daftar Skuad
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
