Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Juli 2025 | 17.13 WIB

Israel Cegat Kapal Bantuan ke Gaza, 21 Aktivis dan Jurnalis Internasional Ditahan

Ilustrasi: Warga Gaza dilanda kelaparan serius. (WHO).

JawaPos.com - Militer Israel kembali mencegat sebuah kapal bantuan kemanusiaan yang menuju Gaza, menurut pernyataan Freedom Flotilla Coalition pada Minggu (27/7).

Kapal bernama Handala itu membawa 21 aktivis internasional dan jurnalis, yang kini ditahan oleh pihak Israel setelah insiden pencegatan di perairan internasional.

Kelompok Freedom Flotilla mengungkapkan bahwa kapal tersebut dihentikan secara 'keras' oleh militer Israel sekitar 40 mil laut dari Gaza. Mereka juga menyatakan bahwa kamera dan saluran komunikasi kapal diputus tepat sebelum tengah malam pada Sabtu.

“Semua muatan bersifat sipil, non-militer, dan ditujukan langsung kepada penduduk yang menghadapi kelaparan serta kehancuran sistem kesehatan akibat blokade ilegal Israel,” tegas pernyataan resmi koalisi tersebut dikutip via Euronews.

Kapal Handala membawa bantuan berupa susu bayi, bahan makanan, dan obat-obatan. Setelah dicegat, kapal ini diarahkan menuju pelabuhan Ashdod pada Minggu pagi dengan pengawalan kapal Angkatan Laut Israel.

Pihak militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa kapal telah dihentikan dan sedang dibawa ke daratan.

Handala merupakan kapal kedua dari Freedom Flotilla Coalition yang dicegat Israel dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juni lalu, kapal Madleen yang membawa 12 aktivis, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, juga dicegat dan seluruh penumpangnya kemudian dideportasi.

Untuk misi terbaru ini, koalisi menyatakan bahwa kapal membawa kru yang beragam, termasuk aktivis, akademisi, pekerja, seniman, anggota parlemen, pejabat terpilih, dan jurnalis dari 12 negara.

Di antara mereka terdapat Gabrielle Cathala, anggota parlemen Prancis dari Val-de-Marne, serta Emma Fourreau, anggota parlemen Prancis-Swedia.

“Mereka membawa harapan jutaan orang di seluruh dunia dan menyuarakan solidaritas internasional yang kuat, bahwa kami akan mematahkan pengepungan ilegal Israel atas Gaza,” tegas pernyataan dari Freedom Flotilla Coalition.

Intersepsi kapal ini terjadi di tengah tekanan internasional yang semakin besar terhadap Israel akibat memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza. Kelaparan mulai merenggut korban jiwa dan infrastruktur medis di wilayah tersebut berada di ambang kehancuran.

Sebagai respons terhadap tekanan global, militer Israel pada Minggu mengumumkan akan menghentikan pertempuran secara terbatas di tiga wilayah padat penduduk di Gaza selama 10 jam setiap hari.

Israel juga mengklaim telah memulai pengiriman bantuan melalui jalur udara dan membuka koridor kemanusiaan untuk konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore