
Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025. (The Jerusalem Post)
JawaPos.com-Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan menghentikan program pengayaan nuklir, meski fasilitas utama mengalami kerusakan serius akibat serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Juni.
“Fasilitas kami mengalami kerusakan, kerusakan serius. Sejauh yang saya tahu, kerusakannya cukup parah,” kata Araghchi dalam wawancara dengan Fox News, Senin (21/7).
Dia menjelaskan, tim dari organisasi mekanik otomatis Iran saat ini masih melakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami, termasuk status bahan nuklir yang telah diperkaya.
“Saya tidak punya informasi spesifik apakah material yang telah diperkaya masih ada atau bisa diakses. Seperti yang saya katakan, tim teknis kami sedang mengevaluasi semuanya,” lanjut Araghchi.
Namun terlepas dari kerusakan besar itu, Araghchi menegaskan, Iran tak akan mundur dari program pengayaan nuklir yang telah lama menjadi kebanggaan nasional.
“Program ini memang dihentikan sementara karena kerusakannya sangat parah. Tapi, jelas kami tidak bisa menyerah. Ini adalah hasil kerja keras para ilmuwan kami, dan sekarang lebih dari itu, ini adalah soal harga diri bangsa,” katanya tegas Araghchi.
Pernyataan Araghchi muncul di tengah laporan yang menyebut serangan udara AS dan Israel pada Juni lalu telah menghancurkan sebagian besar fasilitas nuklir Iran.
Menurut NBC News, penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa salah satu dari tiga situs nuklir utama Iran berhasil dihancurkan secara signifikan. Serangan terhadap fasilitas Fordow bahkan diklaim telah memundurkan kemampuan pengayaan Iran hingga dua tahun.
Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan sebelum menghadiri KTT NATO di Den Haag, menyebut serangan itu sebagai pukulan telak terhadap ambisi nuklir Iran.
“Program nuklir Iran telah didorong mundur puluhan tahun,” kata Trump, dikutip The Jerusalem Post.
Dia juga menyebut Israel sedang menyiapkan laporan akhir dan menilai hasil serangan itu sebagai penghancuran total.
Meskipun tekanan internasional terus meningkat, pernyataan terbaru dari pejabat tinggi Iran ini menegaskan bahwa krisis nuklir masih jauh dari selesai. Ketegangan kawasan pun diprediksi akan tetap tinggi, terlebih jika Iran memutuskan melanjutkan aktivitas pengayaan di tengah keterbatasan fasilitas dan potensi sanksi baru dari Barat.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
