Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Juli 2025 | 17.55 WIB

Iran Tak Akan Hentikan Program Nuklir meski Fasilitasnya Rusak Parah akibat Serangan AS-Israel

Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025. (The Jerusalem Post) - Image

Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025. (The Jerusalem Post)

JawaPos.com-Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan menghentikan program pengayaan nuklir, meski fasilitas utama mengalami kerusakan serius akibat serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Juni.

“Fasilitas kami mengalami kerusakan, kerusakan serius. Sejauh yang saya tahu, kerusakannya cukup parah,” kata Araghchi dalam wawancara dengan Fox News, Senin (21/7). 

Dia menjelaskan, tim dari organisasi mekanik otomatis Iran saat ini masih melakukan evaluasi untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang dialami, termasuk status bahan nuklir yang telah diperkaya.

“Saya tidak punya informasi spesifik apakah material yang telah diperkaya masih ada atau bisa diakses. Seperti yang saya katakan, tim teknis kami sedang mengevaluasi semuanya,” lanjut Araghchi.

Namun terlepas dari kerusakan besar itu, Araghchi menegaskan, Iran tak akan mundur dari program pengayaan nuklir yang telah lama menjadi kebanggaan nasional. 

“Program ini memang dihentikan sementara karena kerusakannya sangat parah. Tapi, jelas kami tidak bisa menyerah. Ini adalah hasil kerja keras para ilmuwan kami, dan sekarang lebih dari itu, ini adalah soal harga diri bangsa,” katanya tegas Araghchi.

Pernyataan Araghchi muncul di tengah laporan yang menyebut serangan udara AS dan Israel pada Juni lalu telah menghancurkan sebagian besar fasilitas nuklir Iran. 

Menurut NBC News, penilaian intelijen AS menunjukkan bahwa salah satu dari tiga situs nuklir utama Iran berhasil dihancurkan secara signifikan. Serangan terhadap fasilitas Fordow bahkan diklaim telah memundurkan kemampuan pengayaan Iran hingga dua tahun.

Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan sebelum menghadiri KTT NATO di Den Haag, menyebut serangan itu sebagai pukulan telak terhadap ambisi nuklir Iran. 

“Program nuklir Iran telah didorong mundur puluhan tahun,” kata Trump, dikutip The Jerusalem Post.

Dia juga menyebut Israel sedang menyiapkan laporan akhir dan menilai hasil serangan itu sebagai penghancuran total.

Meskipun tekanan internasional terus meningkat, pernyataan terbaru dari pejabat tinggi Iran ini menegaskan bahwa krisis nuklir masih jauh dari selesai. Ketegangan kawasan pun diprediksi akan tetap tinggi, terlebih jika Iran memutuskan melanjutkan aktivitas pengayaan di tengah keterbatasan fasilitas dan potensi sanksi baru dari Barat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore