
Foto yang dirilis IDF memperlihatkan kondisi fasilitas nuklir di Isfahan, Iran, yang hancur usai serangan udara pada Sabtu 21 Juni 2025. (The Jerusalem Post)
JawaPos.com – Pernyataan intelejen Eropa soal kesia-siaan serangan Amerika ke pusat pengayaan nuklir Fordo, Iran, mungkin akan kembali membuat telinga Donald Trump merah. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat itu sempat marah karena intelejennya menyebut serangan itu tidak memberikan dampak signifikan.
Dilansir dari Euronews, penilaian awal intelejen Eropa menduga persediaan uranium Iran sebagian besar masih utuh. Salah satu pejabat Eropa yang enggan disebut namanya menyatakan Fordo bukan penyimpanan uranium Iran. Sebab sebelum serangan Amerika pada Minggu lalu, sebagian besar uraniumnya sudah dipindahkan.
Perlu diketahui, Iran diprediksi punya 408,6 kilogram uranium. Jumlah yang cukup untuk memproduksi sekitar sembilan bom nuklir. Namun bagaimana nasibnya kini?
Tembakan bom Amerika ke Fordo, Natanz, dan Isfahan diklaim Trump telah membuat cadangan uranium Iran tidak sebanyak sebelumnya. Namun, laporan intelijen awal AS yang bocor sehari setelahnya menyebutkan bahwa meskipun terjadi kerusakan signifikan, kehancuran total belum tercapai.
Dilansir dari France24, laporan citra satelit menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas Fordo. Keanehan lainnya yang disebutkan Maxar Technologies adalah kehadiran truk dan buldoser beberapa hari sebelum serangan. Menurut Maxar Technologies, pintu masuk ke kompleks bawah tanah tampak ditutup rapat menggunakan tanah. Analis menduga, Iran mungkin menggunakan kesempatan itu untuk menyembunyikan cadangan uraniumnya. “Jika benar cadangan itu telah dipindahkan ke tempat tersembunyi, maka pemantauan dan verifikasi oleh komunitas internasional akan menjadi sangat sulit,” ujar Ludovica Castelli dari Istituto Affari Internazionali.
Walaupun AS dan Israel mengklaim telah menghantam fasilitas pengayaan tersebut, tidak ada bukti kuat bahwa cadangan uranium di dalamnya ikut hancur. Direktur IAEA Rafael Grossi mengatakan bahwa sentrifus di Fordo kini tidak berfungsi. Namun, masih ada kemungkinan Iran memiliki kapasitas pengayaan di lokasi lain yang belum terdeteksi, seperti kompleks bawah tanah dekat Natanz.
Pakar nuklir Hans-Jakob Schindler memperingatkan bahwa meski fasilitas rusak, pengetahuan ilmuwan Iran tetap utuh. “Anda tidak bisa mengebom pengetahuan,” katanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
