Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Juni 2025 | 03.31 WIB

Lebih dari 80 Persen Anak Muda di Korsel yang Bangkrut Menggunakan Pinjaman untuk Membayar Utang

Sebuah iklan mempromosikan program rehabilitasi bagi individu yang bangkrut, yang ditawarkan oleh sebuah firma hukum di Seoul. (Yonhap) - Image

Sebuah iklan mempromosikan program rehabilitasi bagi individu yang bangkrut, yang ditawarkan oleh sebuah firma hukum di Seoul. (Yonhap)

JawaPos.com - Lebih dari 8 dari 10 anak muda di Korea Selatan (Korsel) yang mengajukan kebangkrutan ternyata sempat mengambil pinjaman baru demi membayar utang sebelumnya, menurut laporan terbaru.

Laporan tersebut dirilis oleh Seoul Financial Welfare Counseling Center pada Kamis (29/30), dan menyoroti betapa seriusnya permasalahan utang di kalangan generasi muda. Alih-alih menyelesaikan utang, mereka justru makin terbebani karena terus bergantung pada pinjaman untuk menutup kewajiban yang ada.

Survei dilakukan terhadap 1.374 anak muda berusia 29 tahun ke bawah yang mengajukan kebangkrutan pada tahun lalu dan mengikuti program rehabilitasi keuangan dari pusat konseling tersebut.

Mengutip Korea Times, sebanyak 84 persen responden mengaku meminjam uang dari lembaga keuangan lain setelah mulai kesulitan membayar utang sebelumnya, baik dari pinjaman bank, tagihan kartu kredit, maupun bentuk kredit lainnya.

Sayangnya, pinjaman lanjutan ini biasanya disertai bunga yang lebih tinggi, sehingga makin menyulitkan mereka untuk membayar pokok utang dan bunganya secara tepat waktu.

"Utang tersebut akhirnya mencapai tingkat yang tidak dapat mereka kendalikan lagi, yang berujung pada keputusan untuk mengajukan kebangkrutan," jelas pusat konseling tersebut.

Ketika ditanya tentang bagaimana mereka pertama kali berutang, 69,9 persen menyebutkan biaya hidup sehari-hari.

Biaya perumahan menyumbang 28,9 persen lainnya, sementara belanja impulsif dan berlebihan mencapai 27,3 persen.

"Anak muda memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk terlilit utang, karena mereka tidak memiliki pendapatan yang stabil atau memiliki aset yang ditabung sebanyak orang-orang yang lebih tua," kata pusat tersebut.

"Dalam hal itu, kami mengimbau mereka yang berjuang dengan utang untuk maju dan menghubungi kami, karena kami dapat membantu mereka memulihkan diri dan memulai kembali hidup mereka," lanjutnya. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore