
Logo Universitas Harvard (Doc Facebook/Harvard University)
JawaPos.com - Pemerintah Amerika Serikat Donald Trump memberikan larangan kepada Universitas Harvard untuk menerima mahasiswa internasional.
Dilansir dari The Guardian, bahwa pejabat federal telah mengancam penerimaan mahasiswa asing dan tidak diperbolehkan diterima di universitas tersebut, sedangkan mahasiswa dan civitas akademika asing yang sudah terdaftar saat ini harus pindah ke universitas lain.
Usut punya usut, kebijakan ini berasal dari anggapan perilaku ‘anti-Semit’ yang telah dilakukan oleh mahasiswa internasional, dikutip dari Al Jazeera.
Pasalnya, terjadi banyak pergerakan Pro-Palestina yang dianggap sebagai ‘kegiatan ilegal dan kekerasan’.
Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kristi Noem telah mengunggah di akun X resmi miliknya pada hari Kamis (22/5), bahwa pemerintahan Trump meminta Harvard untuk
“bertanggung jawab atas tindakannya yang mendorong kekerasan, anti semitisme, dan berkoordinasi dengan Partai Komunis Tiongkok di kampusnya”
Noem menerangkan bahwa pemerintahan AS telah mencabut Sertifikasi Program Pertukaran Mahasiswa Universitas. Sedangkan program ini berada di bawah pengawasan unit Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS, yang dipimpin oleh Noem sendiri.
Di sisi lain, pihak Harvard merasa hal ini sangat melanggar hukum dan merupakan tindakan pembalasan dari pihak pemerintah.
Pasalnya, Harvard sendiri telah menerima ribuan mahasiswa internasional dari banyak negara dan hal tersebut sangat menguntungkan universitas baik dalam bidang ekonomi maupun pengetahuan.
Pada awal minggu ini, Alan Garber sebagai Presiden Harvard telah meminta para alumni untuk memberikan dorongan dan bantuan berupa moril dan materil untuk universitas.
“Kami memiliki komitmen untuk mempertahankan Harvard dalam menampung mahasiswa dan akademisi internasional yang berasal dari 140 negara dan memperkaya universitas - serta negara ini - secara tak terkira” ungkap pihak universitas.
Sedangkan Leon Fresco, pengacara imigrasi berpendapat bahwa langkah yang diambil oleh Trump dapat menjadi pukulan finansial bagi universitas dan ‘masalah besar’ bagi mahasiswa asing.
***

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
