Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 22.53 WIB

Langkah Google untuk Mentransfer Data Peta Berpresisi Tinggi di Korea Selatan Menuai Kecaman dan Penolakan

Google mendapatkan kecaman karena ingin mentransfer data peta Korea Selatan (Dok. Google dan Freepik)

JawaPos.com - Seruan agar pemerintah Korea Selatan menolak permintaan Google untuk mentransfer data peta presisi tinggi ke luar negeri semakin meningkat.

Para akademisi dan analis industri mengatakan, langkah Google akan mengorbankan kedaulatan data, daya saing, dan potensi pertumbuhan pemain platform Korea Selatan.
 
Di mana platform yang sedang berkembang sedang mendapatkan dorongan inovasinya, yang bersumber dari kumpulan informasi geospasial berkualitas tinggi yang berorientasi pada detail.
 
Kekhawatiran ini muncul setelah Google mengajukan permintaan pada bulan Februari untuk menyediakan data peta digital berskala 1:5.000 yang mencakup seluruh negara. 
 
 
Saat ini, hanya data peta Korea berskala 1:25.000 beresolusi rendah yang tersedia di Google, sehingga platform Amerika Serikat tersebut menyediakan layanan pemetaan berkualitas rendah, dibandingkan penyedia layanan peta domestik di Korea Selatan. 
 
National Geographic Information Institute, sebuah organisasi yang diawasi oleh kementerian pertanahan akan memutuskan apakah akan menyetujui permintaan tersebut pada bulan Agustus.
 
Para ahli mencatat, nilai pasar yang tinggi dari industri inovasi canggih yang bergantung pada data presisi tinggi, diperkirakan mencapai 342 triliun won atau sekitar Rp 4 kuadriliun.
 
Angka ini dapat melonjak hingga 796 triliun won atau sekitar Rp 9,4 kuadriliun pada tahun 2030 jika termasuk kendaraan otonom, infrastruktur kota pintar, dan periklanan berbasis lokasi.
 
Beberapa pihak juga mengkritik Google, karena berupaya mendapatkan akses gratis ke aset-aset strategis Korea Selatan yang didanai oleh pembayar pajak, meskipun beban pajak perusahaan di sana terbatas.
 
"Semuanya tentang kontrol data, dan kita hampir kehilangannya," kata Mo Jeong Hoon, seorang profesor teknik industri di Universitas Yonsei, dikutip dari Korea Times. 
 
"Google akan berkembang pesat, dibantu oleh akses ke data, yang dapat menjadi ancaman keamanan nasional yang serius bagi keunggulan kompetitif industri Korea, dalam beberapa dekade mendatang."
 
Profesor itu berpendapat bahwa tidak dapat dipastikan apakah pemerintah akan mengabulkan permintaan tersebut.
 
Tetapi memberikan akses penuh tanpa syarat atau ketentuan apa pun, akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan dan berlangsung lama.
 
Pangsa pasar mesin pencari Google akan melonjak hingga 70 persen, naik signifikan dari 20 persen saat ini.
 
"Raksasa TI multinasional akan meraup keuntungan, dengan mempertaruhkan kelangsungan hidup pendatang baru Korea," lanjut sang profesor.
 
Ia juga mengatakan operator platform domestik, termasuk Naver dan Kakao, mungkin kehilangan keunggulan kompetitifnya.
 
Selain itu, perusahaan teknologi skala kecil dan menengah yang memasok barang dan jasa, kepada para konglomerat besar akan terpukul keras. 
 
"Saya berharap pemerintah akan mengambil keputusan yang bijaksana, mengingat kekhawatiran yang masih ada atas risiko jangka panjang, termasuk melemahnya kemajuan industri," katanya.
 
Kemungkinan masih ada bahwa isu ini akan menjadi alat tawar-menawar Korea Selatan, dalam negosiasi tarif yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
 
Pemerintah Amerika Serikat menyebut sikap Korea Selatan terkait masalah data peta sebagai hambatan perdagangan non tarif yang proteksionis, faktor utama yang merusak persaingan yang adil bagi para pemain global.
 
Google membayar pajak perusahaan sebesar 15,5 miliar won (sekitar Rp 183 miliar) pada tahun 2023, hanya sebagian kecil dari 496,3 miliar won (sekitar Rp 5,8  kuadriliun) yang dibayarkan oleh Naver. 
 
Perusahaan itu menyatakan jumlah dapat dibenarkan karena server Google berbasis di luar negeri.

Hingga saat ini Google Korea masih belum bisa dimintai komentar.
 
Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore