
SIKLUS RUTIN: Gelembung berisi gas beracun terpantau di Kawah Ijen, Banyuwangi, kemarin. Fenomena ini berlangsung sejak Senin (13/1). (Ramada Kusuma/Jawa Pos Radar Banyuwangi)
JawaPos.com - Pihak berwenang Spanyol memerintahkan lebih dari 160.000 warga di sekitar Barcelona untuk tetap berada di dalam rumah selama hampir tujuh jam pada Sabtu (10/5). AFP menyebut kejadian itu karena kebakaran di sebuah gudang industri yang melepaskan awan klorin beracun ke udara.
Kebakaran terjadi di kota pesisir Vilanova i la Geltru, selatan Barcelona, pada Sabtu dini hari. Gudang yang terbakar diketahui menyimpan produk pembersih kolam renang, menurut Dinas Pemadam Kebakaran Catalonia.
Layanan perlindungan sipil segera mengeluarkan perintah bagi warga untuk tetap di dalam rumah dan menutup jendela. Pembatasan itu baru dicabut sekitar pukul 12.15 siang waktu setempat (10.15 GMT).
"Penguncian akan dicabut," kata Menteri Dalam Negeri Catalonia Nuria Parlon. Namun dia menegaskan pemerintah tetap meminta anak-anak dan orang dengan masalah kesehatan untuk tidak keluar rumah dan menghindari aktivitas fisik di luar ruangan.
Petugas pemadam kebakaran memperingatkan bahwa partikel berbahaya masih mungkin berada di udara dan penguncian baru bisa saja diberlakukan, tergantung arah angin dan pergerakan awan kimia. Wilayah terdampak mencakup lima distrik di sepanjang pantai dari Vilanova i la Geltru hingga Calafell, dekat Tarragona.
Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa. "Kami telah mengerahkan sejumlah besar unit dan terus memantau tingkat racun dari kolom asap yang dihasilkan," tulis petugas pemadam kebakaran setempat melalui akun X.
Gudang yang terbakar diketahui menyimpan bahan-bahan kimia yang mudah bereaksi. "Klorin sangat sulit terbakar, tetapi jika sudah terbakar, akan sangat sulit dipadamkan," ujar pemilik gudang Jorge Vinuales Alonso. Dia menduga penyebab kebakaran berasal dari baterai lithium.
Wali Kota Vilanova Juan Luis Ruiz Lopez mengatakan bahwa pihak berwenang berharap situasi segera membaik. "Begitu api padam sepenuhnya, kami harap awan beracun ini juga menghilang dan langkah-langkah pencegahan bisa dicabut," katanya. Sebagai langkah keamanan tambahan, otoritas menutup sejumlah ruas jalan dan stasiun kereta di sekitar area terdampak untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
