
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh mengungkap kondisi terkini korban keracunan massal di Sidodadi. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, belum juga menerima hasil laboratorium dari sampel makanan program MBG, yang diduga menjadi pemicu keracunan massal, baru-baru ini.
"Belum, harusnya sekarang (hari ini keluar hasil lab sampel MBG)," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh ketika dihubungi JawaPos.com pada Senin (18/5).
Sebagai informasi, setidaknya ada 210 siswa berbagai sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan, Surabaya yang mengalami keracunan setelah menyantap makanan program MBG pada Senin pagi (11/5).
Korban dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur yang sama, yakni SPPG Tembok Dukuh di Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Mayoritas korban keracunan mengalami gejala seperti pusing, mual, hingga diare. Adapun menu MBG hari itu adalah nasi putih, lauk daging krengsengan, tahu goreng, tumis sayur, dan potongan jeruk.
Dokter Billy tidak ingin berspekulasi terkait penyebab keracunan. Pihaknya tetap menunggu hasil lab sampel makanan, yang tengah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLABKESMAS) Surabaya.
“Masih menunggu hasilnya ya, (diuji) di laboratorium Kemenkes (Kementerian Kesehatan) daerah Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari (sejak sampel diserahkan),” pungkas dokter Billy.
Klarifikasi SPPG Tembok Dukuh, Klaim Olah Makanan Sesuai Prosedur
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang diduga terjadi setelah ratusan korban menyantap menu MBG dari dapurnya.
"Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan," ujar Chafi.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
