Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 15.33 WIB

Asap Hitam Muncul dari Kapel Sistina Menandai Hari Pertama Konklaf, Paus Baru Belum Terpilih

Asap hitam muncul dari Kapel Sistina, menandakan hari pertama konklaf belum ada Paus baru tepilih. (Instagram/Vatican News) - Image

Asap hitam muncul dari Kapel Sistina, menandakan hari pertama konklaf belum ada Paus baru tepilih. (Instagram/Vatican News)

JawaPos.com – Harapan umat Katolik sedunia untuk segera mengetahui pemimpin baru Gereja Katolik harus tertunda. Pada Rabu malam, 7 Mei 2025, waktu Vatikan, asap hitam membumbung dari cerobong Kapel Sistina, menandai bahwa pemungutan suara pertama dalam konklaf belum menghasilkan Paus ke-267.

Sebagaimana dilansir dari Vatican News, Kamis (8/5/2025), asap hitam muncul sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Ribuan umat, sekitar 45.000 orang, telah memadati Lapangan Santo Petrus sejak sore hari.

Mereka menantikan tanda asap—yang menjadi simbol klasik dalam proses pemilihan Paus—sejak pukul 19.00. Namun, baru dua jam kemudian kepastian datang: belum ada keputusan.

Dalam tradisi konklaf, asap hitam berarti para kardinal yang berkumpul secara tertutup di Kapel Sistina belum mencapai kesepakatan dua pertiga suara yang diperlukan untuk memilih seorang Paus. Proses ini bisa berlangsung beberapa hari, tergantung dinamika dan kehendak Roh Kudus, sebagaimana diyakini umat Katolik.

Salah satu yang hadir di tengah kerumunan adalah Diakon Nicholas Nkoronko asal Tanzania. Kepada Vatican News, ia menyampaikan refleksi spiritual atas momen tersebut. “Peran kami di sini adalah berdoa, bergabung dengan umat Kristiani lainnya, dengan umat Katolik lainnya, memohon bimbingan Roh Kudus atas seluruh proses ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa asal-usul geografis Paus bukanlah yang utama, melainkan kualitas rohaninya. “Dari mana pun Paus yang baru berasal—apakah dari Afrika, Asia, atau Amerika—yang kita butuhkan adalah seorang Paus yang suci. Kita membutuhkan seorang gembala sejati yang mampu membimbing Gereja,” tegas Diakon Nkoronko.

Konklaf ini diadakan menyusul berakhirnya masa kepausan Paus sebelumnya. Sesuai dengan protokol, 115 kardinal dari berbagai belahan dunia kini berada dalam sesi konklaf yang tertutup dari dunia luar hingga keputusan diambil. Mereka bersumpah menjaga kerahasiaan dan semata-mata mengandalkan doa serta pertimbangan iman.

Bagi umat Katolik di Indonesia dan juga di dunia, penantian ini bukan sekadar menunggu sosok baru, melainkan menanti arah baru Gereja Katolik global di tengah berbagai tantangan zaman. Asap putih yang kelak muncul akan menandai lahirnya babak baru dalam sejarah Gereja.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore