Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 April 2025 | 02.39 WIB

Uni Eropa Tunda Tarif Balasan untuk AS Selama 90 Hari: Jalan Menuju Negosiasi Terbuka

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen (Dok. ec.europa.eu)

JawaPos.com - Uni Eropa memutuskan untuk menunda penerapan tarif balasan terhadap Amerika Serikat (AS) selama 90 hari. Dilansir dari The Guardian pada Kamis (10/4), keputusan ini diambil demi membuka ruang bagi negosiasi dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Langkah itu muncul setelah Trump mengumumkan pemotongan tarif untuk negara-negara yang tidak membalas gelombang pertama tarifnya. Tarif ini dipangkas menjadi 10%, memberikan sinyal kemungkinan adanya kompromi.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan komitmennya terhadap jalur diplomasi. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa ingin memberi kesempatan bagi proses negosiasi.

"Kami mencatat pengumuman dari Presiden Trump. Kami ingin memberi kesempatan pada negosiasi," tulisnya dalam akun X-nya, @vonderleyen     .

Meski begitu, von der Leyen menegaskan bahwa Uni Eropa belum sepenuhnya mundur dari langkah tarif balasan.

"Sambil merampungkan adopsi langkah-langkah balasan UE yang mendapat dukungan kuat dari negara anggota, kami akan menundanya selama 90 hari," tambahnya.

Jika negosiasi gagal mencapai hasil yang memuaskan, maka tarif balasan dari pihak Uni Eropa akan segera diberlakukan. Von der Leyen memperingatkan bahwa persiapan untuk tindakan lanjutan masih terus berjalan.

"Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, semua opsi tetap terbuka," tegasnya, menandakan bahwa Uni Eropa tidak akan ragu bertindak jika perlu. Ancaman ini menunjukkan posisi tegas Eropa dalam menghadapi tekanan tarif dari AS.

Sebelumnya, Komisi Eropa telah menyepakati daftar barang AS senilai €21 miliar yang akan dikenai tarif balasan. Daftar itu mencakup berbagai produk, mulai dari almond hingga kapal pesiar mewah.

Langkah ini merupakan respon langsung terhadap kebijakan proteksionis yang ditempuh Trump. Presiden AS itu memang dikenal kerap menggunakan tarif sebagai alat negosiasi dagang.

Jakub Krupa, penulis blog dari Eropa, menyoroti momen menarik saat Trump diberitahu soal rencana balasan Uni Eropa.

"Saat diberi tahu oleh seorang jurnalis, Trump tertawa dan menyebutnya sebagai 'waktu yang buruk'," tulisnya.

Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick, segera menimpali bahwa Eropa hanya 'mengancam' dan memilih tanggal pelaksanaan yang lebih lambat. Hal ini memperlihatkan bahwa AS juga tak ingin memicu eskalasi terlalu cepat. Namun, pernyataan Trump setelahnya cukup mengisyaratkan optimisme.

"Ekspektasi kami adalah bahwa pelaksanaannya akan lebih lambat lagi," kata Trump.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore