
Delegasi AS dan Ukraina bertemu di Riyadh, Arab Saudi, membahas proposal gencatan senjata. (Dok. France 24)
JawaPos.com - Sudah tiga tahun sejak Rusia menginvasi Ukraina, mengubah dinamika global secara signifikan. Konflik ini telah menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan gelombang pengungsian besar, terutama dari Ukraina.
Di ranah geopolitik, respons dunia terhadap perang ini bervariasi. Negara-negara Barat umumnya mendukung Ukraina, sementara beberapa negara berkembang tetap netral atau bahkan berpihak pada Rusia, seperti Korea Utara dan Iran.
Situasi semakin berubah setelah Donald Trump kembali menjadi Presiden AS. Ia mendorong Ukraina untuk berdamai dengan Rusia serta menghentikan kerja sama militer dan intelijen dengan negara tersebut. Ketegangan meningkat ketika Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, berselisih di depan pers dalam pertemuan di Gedung Putih bulan lalu.
Namun, harapan akan perdamaian mulai muncul. Presiden Rusia Vladimir Putin dikabarkan terbuka terhadap gencatan senjata, yang ditandai dengan pertemuan delegasi AS-Rusia di Riyadh, Arab Saudi, pada Februari lalu. Saat ini, giliran Ukraina yang membahas proposal gencatan senjata 30 hari dalam pertemuan dengan AS di Jeddah.
Dilansir dari edition.cnn.com, Zelensky telah menerima proposal gencatan senjata selama 30 hari yang diusulkan oleh AS. Proposal tersebut mencakup penghentian pertempuran di darat, udara, dan laut.
Zelensky menyatakan bahwa gencatan senjata akan berlaku jika Rusia juga menyetujuinya. Selain itu, AS berencana melanjutkan kerja sama keamanan dengan Ukraina. Trump pun menyambut baik inisiatif ini dan berencana berdiskusi lebih lanjut dengan Putin.
Bagi Kyiv, kesepakatan ini menjadi angin segar setelah ketegangan diplomatik dengan AS dan situasi medan perang yang tidak menguntungkan. Ukraina juga berhasil menyepakati kerja sama eksplorasi mineral langka dengan AS untuk memperkuat ekonomi dan keamanan negaranya. Proposal ini turut mencakup pembebasan tawanan perang dari kedua belah pihak, yang terdiri dari kalangan militer maupun sipil.
Di pihak Rusia, belum ada tanggapan resmi terkait usulan gencatan senjata. Namun, dilansir dari nytimes.com, pada Desember 2024 lalu Putin menyatakan bahwa gencatan senjata hanya akan menguntungkan Ukraina dalam memperkuat pasukan mereka. Ia menegaskan bahwa Rusia menginginkan perdamaian jangka panjang, bukan sekadar jeda pertempuran.
Selain itu, kesepakatan mengenai mineral langka juga mencakup sumber daya penting seperti minyak bumi dan gas alam Ukraina. Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian, memastikan kesejahteraan, serta menjamin stabilitas jangka panjang bagi negara tersebut.
Meskipun perdamaian sudah di depan mata, namun pertempuran masih terus berlanjut. Dilansir dari reuters.com, Ukraina telah melakukan serang drone dengan skala yang cukup besar ke Moskow dan daerah sekitarnya. Ini dilakukan sebagai respons atas serangan drone Rusia ke Ukraina yang telah menewaskan 14 orang.
Dalam ranah diplomasi, Trump kembali mengundang Zelensky ke Gedung Putih. Undangan tersebut, beserta persetujuan proposal gencatan senjata di Arab Saudi, mendapat sambutan positif dari berbagai negara. Salah satunya adalah Polandia, tetangga sekaligus sekutu setia Ukraina sejak awal konflik pada 2022.
Sebagai catatan, Polandia dan Rusia memiliki sejarah panjang konflik selama berabad-abad. Karena itu, sejak pecahnya perang di Ukraina, Polandia khawatir sejarah kelam tersebut akan terulang. Namun, dengan perdamaian yang kini semakin dekat, ada harapan bagi semua pihak untuk kembali hidup dalam ketenangan dan kesejahteraan. (*)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
